Kemenhub Tegur Keras Asuransi Internasional soal Salvage KM Virgo Transport 8
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Ilustrasi Amazon./Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Dalam rentang beberapa jam pada Jumat (10/7/2020), Amazon.com melarang dan kemudian membatalkan larangannya terkait penggunaan aplikasi TikTok di perangkat karyawan, menyebut tindakan tersebut sebagai kesalahan.
Kabar tersebut datang pada pekan yang sama setelah Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk memblokir TikTok karena khawatir aplikasi tersebut berbagi informasi pengguna dengan Pemerintah China.
BACA JUGA : Main Tiktok di Underpass Kentungan, 4 Pemuda Ditilang
Tidak jelas apa yang menyebabkan Amazon membuat larangan tersebut. Menurut sumber, para petinggi Amazon tidak mengetahui kebijakan untuk menghapus TikTok dari perangkat karyawan.
Larangan itu dibatalkan setelah perwakilan TikTok dan Amazon membahas masalah tersebut, menurut email yang dikirim ke karyawan TikTok. TikTok, salah satu platform digital yang paling cepat berkembang, belakangan mendapat sorotan besar terkait berbagai masalah, termasuk penanganan data pengguna mereka.
India melarang penggunaan TikTok dan aplikasi asal China lainnya pada bulan Juni.
BACA JUGA : Wow, Video Tik Tok Wapres JK Bersama Cucunya Disorot
TikTok mengatakan data pengguna disimpan di AS dengan salinan cadangan di Singapura. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, data pengguna TikTok utamanya disimpan di Google Cloud, di pusat data Google yang berbasis di Virginia. Namun, hal itu tidak menghentikan Pompeo dari kemungkinan untuk memblokir TikTok di AS.
Saat ditanya apakah orang Amerika harus mengunduhnya, kepada Fox News dia menjawab, "Hanya jika Anda ingin informasi pribadi Anda berada di tangan Partai Komunis China."
Pada Jumat (9/7/2020), Komite Nasional Partai Republik meminta anggota melalui email untuk tidak mengunduh TikTok. Komite Nasional Demokrat (DNC), Jumat, juga menegaskan kembali panduannya dari bulan Desember untuk berhenti mengunduh aplikasi tersebut.
Menurut sumber yang memahami masalah ini, DNC telah menyarankan staf kampanye selama berbulan-bulan terakhir untuk tidak menggunakan TikTok pada perangkat pribadi mereka, juga menyarankan menggunakan ponsel dan akun yang berbeda jika mereka menggunakan platform untuk pekerjaan kampanye karena kekhawatiran pelacakan data.
Dua senator Partai Republik pada Maret lalu memperkenalkan undang-undang yang bertujuan untuk melarang pegawai federal menggunakan TikTok pada ponsel pemerintah, karena kekhawatiran keamanan nasional terkait pengumpulan dan berbagi data pengguna AS dengan Pemerintah China.
Tahun lalu, Angkatan Laut AS melarang penggunaan TikTok di perangkat yang dikeluarkan pemerintah, mengatakan bahwa aplikasi tersebut merupakan "ancaman keamanan siber."
Pada November lalu, Pemerintah AS meluncurkan tinjauan keamanan nasional terhadap pemilik TikTok, ByteDance, dalam akuisisi aplikasi media sosial AS Musical.ly senilai 1 milar AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenhub menegur keras P&I terkait lambatnya salvage KM Virgo Transport 8. Sebanyak 64 korban masih dalam pencarian.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.