YouTube Siapkan Tamba, Aplikasi Sosial dengan Fitur Chat Grup

Jumali
Jumali Jum'at, 06 November 2026 21:47 WIB
YouTube Siapkan Tamba, Aplikasi Sosial dengan Fitur Chat Grup

Ilustrasi aplikasi Youtube./Ist\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—YouTube berpotensi memperluas layanannya dari platform berbagi video menjadi ruang interaksi sosial yang lebih lengkap. Indikasi tersebut muncul setelah ditemukan proyek misterius bernama Tamba dalam kode aplikasi YouTube untuk perangkat Android.

Temuan ini menarik perhatian karena Tamba diduga memiliki sejumlah fitur yang selama ini identik dengan aplikasi media sosial, mulai dari mengikuti akun lain, mengirim pesan pribadi, hingga membuat obrolan grup. Jika dikembangkan menjadi aplikasi tersendiri, proyek tersebut berpotensi membawa pengalaman baru bagi pengguna YouTube.

Mengutip laporan Android Authority pada 3 November 2026, keberadaan Tamba terungkap melalui penelusuran kode dan aset visual dalam aplikasi YouTube Android versi 21.44.534. Penelusuran tersebut menemukan logo khusus bertuliskan Tamba serta puluhan ikon yang tidak digunakan dalam tampilan utama YouTube.

Logo Tamba menampilkan tulisan dengan jenis huruf tebal yang disandingkan dengan gambar bergaya coretan. Di bagian tengah gambar tersebut terdapat bentuk tombol pemutar video yang menjadi ciri khas YouTube.

Tamba Punya Ikon dan Fitur Layaknya Media Sosial

Selain logo, proyek ini memiliki 38 ikon khusus dengan tampilan berbeda dari ikon standar YouTube. Beberapa di antaranya menggambarkan halaman utama, pencarian, pembuatan konten, kamera, kotak masuk, obrolan, stiker, mikrofon, hingga fitur untuk menambahkan pengguna lain.

Susunan ikon tersebut mengindikasikan bahwa Tamba mungkin dirancang dengan navigasi yang lebih menyerupai aplikasi media sosial seperti Instagram dibandingkan aplikasi YouTube saat ini.

Petunjuk lainnya ditemukan dalam sejumlah baris kode yang berkaitan dengan aktivitas pengguna. Tamba diduga mendukung sistem pengikut, permintaan mengikuti akun, pesan langsung, serta percakapan satu lawan satu maupun dalam grup.

Fitur interaksi juga tampaknya tidak terbatas pada pesan teks. Kode yang ditemukan Android Authority memuat referensi pengiriman foto, video, dan pesan suara. Pengguna juga diduga dapat memberikan reaksi berbentuk hati pada unggahan, Shorts, maupun komentar.

Bahkan, terdapat petunjuk bahwa pengguna bisa membalas komentar dengan pesan suara atau video Shorts. Konten Shorts juga kemungkinan dapat diputar langsung melalui percakapan di dalam Tamba.

Keberadaan sistem permintaan mengikuti akun turut memunculkan dugaan bahwa aplikasi ini dapat menyediakan profil privat. Dengan mekanisme tersebut, pemilik akun bisa memiliki kendali lebih besar terhadap pengguna yang ingin mengikuti aktivitas mereka.

Mengapa Disebut Aplikasi Eksperimental?

Salah satu petunjuk penting mengenai identitas Tamba terdapat pada nama paket com.google.android.youtube.sandbox. Dalam pengembangan perangkat lunak, istilah sandbox biasanya merujuk pada lingkungan terpisah yang digunakan untuk menguji fitur atau program tanpa memengaruhi produk utama.

Penamaan tersebut menguatkan dugaan bahwa Tamba masih berada dalam tahap percobaan. Apalagi, sejumlah aset visualnya juga menggunakan penanda eksperimental.

Android Authority turut menemukan pengidentifikasi klien khusus bernama ANDROID_SANDBOX dan IOS_SANDBOX. Kedua nama tersebut mengisyaratkan bahwa Google mungkin mempertimbangkan pengembangan Tamba untuk perangkat Android dan iPhone.

Meski demikian, temuan kode tersebut belum membuktikan bahwa Google benar-benar akan merilis Tamba sebagai aplikasi publik. Pengembangan untuk dua sistem operasi juga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keberadaan pengidentifikasi tersebut.

Menariknya, Tamba tampaknya memiliki komponen yang lebih lengkap dibandingkan pengujian internal sederhana. Kode YouTube sudah memuat nama paket terpisah com.google.android.youtube.test untuk kebutuhan pengujian. Sementara itu, Tamba memiliki referensi fitur tersendiri, termasuk halaman pengenalan bagi pengguna baru dan halaman aktivitas.

YouTube Sudah Kembangkan Fitur Pesan Pribadi

Kemunculan Tamba juga berlangsung ketika YouTube sedang memperluas fitur sosial di aplikasi utamanya. Pada Juni 2026, perusahaan mengumumkan perluasan fitur berbagi video dan pesan pribadi di dalam aplikasi ke sejumlah wilayah.

Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengundang teman untuk berbagi video dan memberikan reaksi secara langsung tanpa harus berpindah ke aplikasi lain. Fitur ini tersedia bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas di wilayah yang mendapat pembaruan.

YouTube juga telah menyampaikan rencana menghadirkan obrolan grup dalam beberapa bulan berikutnya. Hal ini membuat sebagian fungsi yang ditemukan dalam kode Tamba berpotensi beririsan dengan pengembangan fitur di aplikasi utama.

Ada kemungkinan Tamba menjadi tempat bagi YouTube untuk menguji berbagai gagasan sebelum memutuskan fitur mana yang akan diterapkan secara lebih luas. Namun, belum ada kepastian apakah seluruh fitur tersebut nantinya akan masuk ke aplikasi utama atau tetap dikembangkan sebagai layanan terpisah.

Sampai saat ini, Google maupun YouTube belum mengumumkan secara resmi proyek Tamba. Arti nama tersebut juga belum diketahui dan bisa saja hanya merupakan nama sementara selama proses pengembangan.

Bagi pengguna, temuan ini belum berarti Tamba sudah bisa diunduh atau digunakan. Belum ada informasi mengenai jadwal peluncuran, negara yang akan menjadi lokasi pengujian, maupun kepastian bahwa proyek tersebut akan tersedia untuk publik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online