AliExpress Terancam Denda Rp11 Triliun akibat Produk Ilegal
AliExpress terancam denda Rp11,37 triliun dari Uni Eropa akibat gagal mencegah peredaran produk ilegal dan barang tiruan di platformnya.
Seorang wanita mengoperasikan ponselnya di dekat logo teknologi 5G./REUTERS-Sergio Perez
Harianjogja.com, JAKARTA – Pengamat telekomunikasi menilai kehadiran 5G belum terlalu dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Belum ada solusi yang benar-benar mampu membuat masyarakat menggunakan jaringan 5G.
Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mengatakan kehadiran 5G untuk bagi segmen ritel saat ini masih kurang mendesak. Layanan 4G masih cukup untuk melayani aktivitas digital, mulai dari belajar hingga bekerja dari rumah.
Sementara bagi segmen korporasi atau industri, kata Kamilov, 5G hanya digunakan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan membangun citra. Belum ada solusi 5G yang menghadirkan efisiensi dan meningkatkan produktivitas perusahaan. “Untuk saat ini kebutuhan 5G bagi masyarakat belum sangat perlu. 5G bagi pelaku bisnis bagian dari pembangunan citra saja,” kata Kamilov, Kamis (27/5/2021).
Tidak hanya itu, sambung Kamilov, teknologi 3G dan 4G sebenarnya masih harus ditingkatkan. Kedua teknologi tersebut belum mencapai batas optimal, dari sisi cakupan dan kecepatan.
Kamilov menduga kehadiran 5G hanya untuk kepentingan vendor teknologi, mengingat masyarakat dan indsutri belum terlalu membutuhkan. “Ini bagian tren bisnis vendor dan industri telekomunikasi saja agar dinamika bisnis mereka bergerak lebih cepat jadi pengendali utamanya vendor,” kata Kamilov.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan implementasi 5G tahap awal operator seluler bertujuan untuk memposisikan diri menjadi yang pertama adopsi 5G.
Operator menyasar pasar ritel di kawasan residensial karena di sana terdapat permintaan yang jelas terhadap layanan 5G. Pergelaran dan implementasi 5G berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan saat diimplementasikan di segmen industri, yang permintaannya belum tentu ada. “Alasannya, 5G merupakan keniscayaan sebagai tingkatan lanjut teknologi wireless setelah 4G,” kata Heru.
Adapun mengenai harga layanan 5G, akan tergantung model bisnisnya. Terdapat dua skema paket layanan 5G dijual kepada pelanggan ritel. Pertama, bisa berbasis kuota. Kedua, berbasis kecepatan.
Sebagai informasi, setelah menerima Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) 5G dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo RI) pada 24 Mei 2021, Telkomsel secara resmi meluncurkan layanan Telkomsel 5G dengan mengusung tema 5G: Unlock the Future.
Selain menegaskan posisinya sebagai operator seluler pertama yang menggelar jaringan 5G di Indonesia, melalui peluncuran ini Telkomsel juga memastikan layanan 5G sudah dapat digunakan secara komersial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
AliExpress terancam denda Rp11,37 triliun dari Uni Eropa akibat gagal mencegah peredaran produk ilegal dan barang tiruan di platformnya.
Marselino Ferdinan sukses jalani operasi lutut di Spanyol usai cedera saat TC Timnas di Bali. Pemain 21 tahun itu harus absen 2 bulan. Ini pesannya untuk Erick
Geely Xingyuan menjadi mobil terlaris di China sepanjang Februari-Juli 2026, mengungguli Tesla Model Y dan BYD. Dominasi kendaraan listrik semakin kuat dengan p
Malaysia menjadi negara paling banyak dikunjungi wisatawan di Asia Tenggara pada 2025 dengan 42,2 juta kunjungan. Indonesia berada di posisi kelima dengan 15,4
Lionel Messi tulis surat haru untuk sang ayah, Jorge Messi, yang meninggal di usia 68 tahun. Ia pun ragu lanjutkan karier sepak bola. Simak selengkapnya
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.