Kasus ISPA Tembus 151.000, Kemenkes Kerahkan 1.898 Nakes
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
Xiaomi Mi 11 Lite 5G. /Xiaomi
Harianjogja.com, JAKARTA – Xiaomi, resmi meluncurkan varian Mi 11 Lite dan Mi 11 Ultra. Sebelumnya, Xiaomi merilis Mi 11 pada Maret 2021 yang diklaim sebagai versi ringan dari perangkat tersebut di Indonesia.
Kedua ponsel pintar ini memiliki daya tarik berbeda. Mi 11 Lite diklaim sebagai ponsel stylish paling tipis. Sedangkan Mi 11 Ultra sebagai ponsel dengan performa dan kemampuan kamera kelas premium.
Xiaomi Mi 11 Lite dipasarkan di Indonesia dengan bobot 157 gram dan ketebalan hanya 6,81 mm. Untuk menjaga dari goresan, bodi Mi 11 Lite dilengkapi lapisan Gorilla Glass 5 serta sensor sidik jari yang diletakkan di sisi samping (Arc side fingerprint sensor).
Layar yang digunakannya berukuran 6,55 inci dengan desain flat AMOLED DotDisplay. Layar ini dilengkapi fitur 10-bit color depth dan didukung TrueColor DCI-P3 yang menghadirkan warna lebih kaya dan tajam.
Ponsel ini ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon 732G dengan manufaktur 8nm. Prosesor ini diharapkan dapat meredam panas saat pengguna bermain gim dalam waktu lama. Ponsel ini juga dilengkapi teknologi Liquid Cool.
Untuk daya ponsel, Mi 11 Lite memiliki baterai berkapasitas 4250 mAh yang mendukung fast charging 33 watt. Fitur lain yang disematkan pada Mi 11 Lite adalah NFC.
Mi 11 Lite hadir dengan tiga kamera belakang, terdiri atas kamera utama 64 MP dengan sensor 1/1.97”, 8MP kamera ultra-wide dan 5MP telemacro. Kamera depan Mi 11 Lite menghadirkan 16MP kamera selfie yang optimal untuk kondisi bercahaya rendah.
Beralih ke Mi 11 Ultra, ponsel ini dipersenjatai dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 888. Fitur menarik yang ditawarkannya antara lain konfigurasi kamera belakang pro-grade 50MP wide angle, 48MP ultra wide angle, dan 48MP telephoto yang kini menempati peringkat pertama di DXOMARK.
Mi 11 Ultra turut membawa spesifikasi kamera pro-grade dengan sensor terbesar pada ponsel pintar. Mi 11 Ultra secara khusus menghadirkan sensor GN2 yang dikembangkan bersama Samsung, dengan sensor 1/1.12” dan mampu memproduksi 4-in-1 2.8μm Super Pixels.
Tidak hanya menunjang pengambilan gambar, kamera Mi 11 Ultra memungkinkan pengambilan video hingga resolusi video 8K. Ponsel ini memiliki dukungan berbagai fitur seperti dual phone recording, audio zoom, serta end-to-end HDR10+.
Di bagian kamera belakang terdapat layar 1.1” AMOLED. Layar ini memungkinkan pengguna melihat diri sendiri dengan adanya always-on display yang memudahkan pengambilan swafoto.
Ponsel ini hadir dengan layar E4 6,81” AMOLED Quad-curved DotDisplay dengan bagian belakang dari keramik serta sertifikasi IP68 untuk proteksi dari air. Baterai 5.000 mAh yang terpasang mendukung 67W turbo charging untuk pengisian daya menggunakan kabel maupun nirkabel.
Mi 11 Ultra sudah mendukung berbagai frekuensi jaringan 5G. Termasuk, band n3 (1,8GHz) yang digunakan Indosat Ooredoo dan band n40 (2,3GHz) yang digunakan Telkomsel.
Mi 11 Lite tersedia mulai 17 Juni 2021 dengan harga perkenalan Rp3.699.000 untuk varian memori 6GB+64GB. Kemudian, harga Rp3.799.000 untuk varian 6GB+128GB, dan Rp3.999.000 untuk varian 8GB+128GB.
Adapun, harga normal masing-masing lebih mahal sebesar Rp100.000.
Sedangkan untuk Mi 11 Ultra dibanderol Rp16.999.000, dan hadir dalam satu varian memori yaitu 12GB+256GB.
Penjualan perdana secara terbuka dimulai pada 1 Juli 2021. Xiaomi juga membuka penawaran ekslusif melalui undangan terbatas kepada Mi Fans mulai 16 Juni 2021.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla tembus 151.000. Kemenkes mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan ke tujuh provinsi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.