BPOM Sita Obat Ilegal Senilai Rp10 Miliar dari Jual Beli Online, Ini Tanggapan Shopee
Shopee buka suara terkait temuan obat ilegal dan makanan ilegal senilai Rp10 miliar yang dijual di marketplace tersebut.
Salah satu mobil listrik yang telah dipasarkan itu ialah Seres SF5 model coupe sport utility vehilce (SUV). / foto driveseres.com
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Sokonindo Automobile, agen pemegang merek DFSK, baru saja memperkenalkan mobil listrik Seres SF5 kepada masyarakat Indonesia untuk pertama kalinya di GIIAS Surabaya 2021 berlangsung di Grand City Convex, 8-12 Desember.
PR dan Media Manager PT Sokonindo Automobile Achmad Rofiqi menjelaskan kehadiran Seres SF5 salah satu komitmen perusahaan untuk mendukung menghadirkan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia sekaligus mendukung perkembangan industri otomotif kendaraan listrik di Indonesia.
Setelah absen pada GIIAS 2021 di BSD, DFSK sengaja menghadirkan Seres SF5 sebagai special display karena ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa DFSK memiliki kemampuan serta teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman dan bisa meningkatkan kualitas berkendara.
"Seres SF5 ini menjadi bukti kepada pasar Indonesia bahwa DFSK akan menghadirkan kendaraan yang ramah lingkungan dengan kenyamanan yang maksimal untuk kendaraan sehari-hari," kata Achmad Rofiqi dalam keterangan resmi pada Rabu (8/12/2021).
Achmad pun mengatakan DFSK akan terus menunjukan teknologi-teknologi yang dimilikinya dan siap untuk turut aktif mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia lebih maju lagi.
"Saat ini pun DFSK merupakan satu-satunya merek otomotif yang menawarkan kendaraan komersial ringan listrik untuk mendukung sektor usaha dengan mengedepankan konsep berkelanjutan melalui DFSK Gelora E," tambahnya.
Sebagai informasi, Seres SF5 dibekali dengan teknologi High Performance Dual Electric Motor dimana sistem penggerak yang dianut menggunakan teknologi 4x4. SUV ini dilengkapi dengan 2 motor listrik performa tinggi berupa SEP200AC dengan tenaga 255 kW di depan dan HW150 dengan power 150 kW di Belakang.
DFSK mengklaim akselerasi Seres SF5 dari 0-100 kpj hanya membutuhkan 4,7 detik. Sementara untuk pengecasan baterai, dalam mode fast charging untuk mengisi daya 20 persen sampai 80 persen kurang dari 1 jam.
Adapun untuk menggerakkan kedua motor listrik performa tinggi, SUV listrik ini dibekali dengan baterai Li-ion berdaya 35 kWH.
Seres SF5 juga dilengkapi dengan mesin motor bakar yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang energi listrik baterai di saat kondisi energi listrik di baterai tersisa sekitar 20 persen, dengan kombinasi teknologi motor listrik dan mesin bakar internal, Seres SF5 bisa melaju hingga 1.000 kilometer.
Sedangkan soal fitur, mobil ini mendapatkan dukungan dari Huawei berupa Huawei Intelligence Car (HICar) berupa cara pemetaan ponsel dan fungsinya mirip dengan CarPlay.
HICar dihadirkan untuk meningkatkan Safety hingga konektivitas tidak akan terganggu dengan perangkat lain, Smart Connection yang membuat penumpang cukup satu kali menghubungkan ponsel pintarnya dan untuk seterusnya, Resource Sharing dimana memungkinkan kendaraan dan ponsel saling berbagi hardware, hingga Seamless Experience.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Shopee buka suara terkait temuan obat ilegal dan makanan ilegal senilai Rp10 miliar yang dijual di marketplace tersebut.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.