Studi Global Ungkap Lonjakan Gangguan Mental pada Remaja
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Modifikasi mobil dengan menggunakan ban tipis saat ini tengah menjadi tren. Namun, sebenarnya ada bahaya di balik penggunaan ban tipis untuk mobil. Jika Anda tidak berhati-hati, maka akan membahayakan nyawa Anda dan penumpang lainnya :
Untuk itu ketahui kekurangannya, sebelum Anda memutuskanmenggunakan ban tipis pada mobil Anda :
Ban tipis lebih lunak daripada ban biasa. Oleh karena itu, usia dari ban tipis jauh lebih singkat, jika dibandingkan ban standar.
Ban tipis akan gampang rusak, utamanya pada bagian kembang atau alur ban. Apalagi kontur jalan di Indonesia yang tidakr rata.
Ban tipis lebih kaku daripada ban standar, oleh karena itu membuat bantingan ban menjadi lebih keras dan kurang nyaman untuk berkendara.
Bagi Anda pengguna ban tipis, perlu diketahui jika daya cengkramnya tidak kuat. Hal ini akan membuat pengereman Anda tidak maksimal.
Ban tipis tidak sepenuhnya melindungi pelek. Sehingga akan membuat pelek mobil Anda cepat rusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.