Persib Pindah 3 Laga Kandang ke Si Jalak Harupat, Ini Jadwalnya
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA — Disadari atau tidak, sejumlah penyebab ponsel cepat rusak justru berasal dari kebiasaan sepele yang dilakukan setiap hari. Padahal, jika hal sepele tersebut bisa dihindari, maka ponsel yang kita miliki akan lebih awet dan tidak cepat rusak. Lalu apa saja yang menjadi penyebab ponsel cepat rusak? berikut penjelasannya :
Jika ponsel tidak dicharger sesuai dengan spesifikasinya maka kemampuan baterai ponsel bisa cepat rusak. Oleh karena itu, Anda harus selalu menggunakan charger orisinal dan sesuai dengan spesifikasi baterai ponsel Anda.
Salah satu penyebab ponsel cepat rusak adalah mengunduh dan memasang aplikasi sembarangan. Sebab, dengan asal mengunduh dan memasang aplikasi, maka ponsel Anda akan lebih mudah terserang malware dan rusak.
Penyebab ponsel cepat rusak juga bisa disebabkan karena tidak melakukan update terhadap versi OS, sistem keamanan dan aplikasi yang ada. Padahal update ini untuk melindungi pengguna dari aplikasi-aplikasi yang berisi malware.
Melakukan rooting atau membobol sistem operasi guna mendapat akses ponsel secara penuh akan berdampak kepada sistem keamanan yang sangat serius. Sebab itu, sebaiknya hindarilah untuk melakukan rooting pada ponsel.
Tidak menggunakan pelindung, akan membuat ponsel lebih rentan mengalami kerusakan.
Kebiasan mengisi daya atau cas yang dibarengi dengan bermain game bisa akan membuat ponsel cepat rusak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Persib memindahkan tiga laga kandang Oktober 2026 ke Si Jalak Harupat karena perawatan GBLA. Persib menargetkan kembali pada November.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.
Jamsostek Award 2026 DIY memberikan penghargaan kepada pemda, kalurahan, serta perusahaan. Simak daftar lengkap para penerimanya.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.