Dugaan Love Scamming di Semarang, 4 WNA China Ditangkap
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Penampakan komet
Harianjogja.com, JAKARTA—Potongan komet akan meluncur menuju Bumi dan akan membuat lintasan terdekatnya pekan depan. Potongan komet selebar 11 mil atau sekitar 17 kilometer ini merupakan komet aktif terjauh yang pernah terlihat di tata surya kita.
Komet, yang dikenal sebagai C/2017 K2 (PANSTARRS) atau K2, telah menempuh perjalanan hingga tiga juta tahun dari awan Oort yang jauh di tepi tata surya. Terlihat pada 2017 oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble, dia akan melakukan pendekatan terdekatnya ke planet Bumi pada 14 Juli dan pendekatan terdekat ke Matahari pada Desember ini.
Komet tersebut, telah melakukan perjalanan selama jutaan tahun dari rumahnya di bagian luar tata surya yang dingin, di mana suhunya sekitar -262C. Orbit komet menunjukkan bahwa komet itu berasal dari Awan Oort, wilayah berbentuk bola dengan diameter hampir satu tahun cahaya dan diperkirakan berisi ratusan miliar komet.
BACA JUGA: Update Harga iPhone 13, iPhone 12, iPhone 11, iPhone SE per Juli 2022
Komet adalah sisa es dari pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu dan karenanya murni dalam komposisi es. Ketika terlihat pada tahun 2017, David Jewitt dari University of California, Los Angeles berkata, K2 begitu jauh dari Matahari dan sangat dingin, yang membuatnya terlihat seperti komet yang berbeda dengan komet lain.
“Kami pikir aktivitas ini disebabkan oleh sublimasi [padatan yang berubah langsung menjadi gas] super-volatil saat K2 masuk untuk pertama kalinya ke zona planet tata surya. Itulah mengapa itu istimewa. Komet ini sangat jauh dan sangat dingin sehingga air es di sana membeku seperti batu."
Jika Anda ingin menyaksikannya, maka harus memakai teleskop. Duta tata surya NASA Eddie Irrizary mengatakan meskipun komet itu berukuran besar, akan tetap menjadi objek yang butuh teleskop untuk melihatnya, karena akan melewati dengan jarak sekitar 168 juta mil dari Bumi.
BACA JUGA: Mengingat Sejarah 30 Juni, 3 Astronot Tewas dalam Kecelakaan Antariksa Soyuz 11
“Seharusnya cerah hingga magnitudo 8 atau bahkan 7, masih terlalu redup untuk mata telanjang. Tetapi Anda dapat dengan mudah melihat objek sebesar ini di teleskop kecil. Semakin gelap langit, semakin baik kontrasnya.” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi Semarang mengungkap dugaan love scamming internasional. Empat WN China diamankan bersama ratusan ponsel dan perangkat elektronik.
Pemerintah meluncurkan program sertifikat tanah gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Simak tiga kelompok penerima dan kriterianya.
Polresta Padang memeriksa siswa 17 tahun yang diduga merakit bom usai ledakan di MAN 3 Padang. Pemeriksaan dilakukan bersama Densus 88.
Pengacara Don Ritto membantah uang sitaan di de'Clan dan Koin Money Changer terkait tiga perkara korupsi. Dana disebut berasal dari proyek pelabuhan.
Densus 88 mengungkap terduga pelaku kasus ledakan di MAN 3 Padang merupakan pelajar berusia 17 tahun. Polisi masih mendalami motif dan sasaran.
Kemendikdasmen bersama Kemendagri menyiapkan kebijakan untuk sekolah yang kekurangan murid, termasuk sekolah dengan siswa di bawah 60 orang.