Indonesia Amankan Tiket Semifinal di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Futsal Indonesia menang 1-0 atas Malaysia dan lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Super Earth
Harianjogja.com, JAKARTA—Ilmuwan menemukan dua planet "Bumi super" baru yang jaraknya hanya 100 tahun cahaya. Keduanya lebih besar dari planet Bumi. Salah satunya bahkan mungkin cocok untuk kehidupan.
Dilansir dari NBC News, Super-Bumi adalah kelas unik dari planet ekstrasurya di tata surya yang lebih masif dari planet kita, tetapi lebih ringan dari raksasa es. Mereka terbuat dari beberapa kombinasi gas dan batu dan bisa mencapai 10 kali ukuran massa Bumi.
Temuan yang ditemukan dengan Transiting Exoplanet Survey Satellite milik NASA dan University of Liège's Search for Habitable Planets Eclipsing Ultra-Cool Stars (SPECULOOS), akan diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics.
Kedua planet yang baru ditemukan itu melingkari LP 890-9, bintang katai merah "aktivitas yang relatif rendah", yang menurut NASA biasanya memiliki zona layak huni yang sempit.
BACA JUGA: Teleskop NASA Berhasil Tangkap Gambar Nebula Tarantula
Planet pertama, LP 890-9b atau TOI-4306b, pertama kali ditangkap oleh satelit NASA dan kemudian dikonfirmasi sebagai exoplanet oleh SPECULOOS. Ini sekitar 30% lebih besar dari planet kita dengan radius lebih dari 5.200 mil dan mengorbit matahari hanya dalam 2,7 hari.
Tapi itu adalah planet kedua yang sebelumnya tidak diketahui oleh para ilmuwan yang telah terbukti paling menarik. LP 890-9c, atau SPECULOOS-2c, terletak sedikit lebih jauh dari bintangnya daripada planet pertama. Ini sekitar 40% lebih besar dari Bumi dengan radius lebih dari 5.400 mil dan membutuhkan waktu sekitar tiga kali lebih lama dari planet tetangganya untuk mengorbit bintangnya.
Menurut para peneliti, durasi orbit itu berada di dalam zona layak huni bintang tersebut. "Meskipun planet ini mengorbit sangat dekat dengan bintangnya, pada jarak sekitar 10 kali lebih pendek dari Merkurius di sekitar matahari kita, jumlah iradiasi bintang yang diterimanya masih rendah, dan memungkinkan keberadaan air cair di permukaan planet, asalkan memiliki atmosfer yang cukup," kata rekan penulis studi Francisco Pozuelos.
LP 890-9, berukuran sekitar 6,5 kali lebih kecil dan kira-kira setengah dingin dari segi suhu matahari kita, jelasnya.
Ini alasan mengapa LP 890-9c, meskipun jauh lebih dekat ke bintangnya daripada Bumi ke Matahari, masih bisa memiliki kondisi yang cocok untuk kehidupan.
BACA JUGA: Setelah iPhone 14 Rilis, iPhone 13 Diobral
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Timnas Futsal Indonesia menang 1-0 atas Malaysia dan lolos ke semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.