Redmi Note 12 Pro Segera Dirilis, Ini Spesifikasinya
Xiaomi Indonesia akan merilis Redmi Note 12 Pro pada 31 Mei 2023 di Indonesia.
Logo Microsoft terlihat dengan latar awan di Los Angeles, Amerika Serikat pada 14 Juni 2016/Reuters-Lucy Nicholson
Harianjogja.com, JAKARTA—Microsoft memecat sekitar 1.000 karyawannya. Pemutusan hubungan kerja atau PHK ini merupakan yang kedua pada tahun ini setelah Microsoft melakukan PHK terhadap karyawannya pada Juli lalu.
Dilansir dari Axios, Selasa (18/10/2022) PHK ini terjadi karena memburuknya prospek ekonomi ke depannya. Microsoft pun memberhentikan karyawan pada Senin (17/10) di beberapa divisi dan level.
Adapun, jumlah yang terdampak tidak dilaporkan tetapi berdasarkan sumber Axios, menyebutkan bahwa PHK berjumlah di bawah 1.000 orang.
Sementara itu, berdasarkan laporan CNBC, Selasa (18/10/2022) seorang juru bicara Microsoft mengonfirmasi bahwa perusahaan telah melepaskan pekerja tambahan karena pendapatan pembuat perangkat lunak diperkirakan akan melambat dan penjualan lisensi Windows pada PC diperkirakan akan melemah
"Seperti semua perusahaan, kami mengevaluasi prioritas bisnis kami secara teratur dan membuat penyesuaian struktural yang sesuai. Kami akan terus berinvestasi dalam bisnis kami dan mempekerjakan di area pertumbuhan utama di tahun depan,” kata juru bicara Microsoft kepada CNBC.
Menariknya, PHK ini terjadi tiga bulan setelah PHK pertama pada Juli. PHK pertama menyasar sekitar 1 persen dari total keseluruhan karyawan yang berjumlah 181.000 orang.
Microsoft pun mengatakan PHK pertama tersebut merupakan bagian dari penyesuaian struktural tahunan, yang menurut Microsoft dilakukan secara rutin setiap musim panas.
Dilansir dari Silicon UK, pada bulan Juli lalu dilaporkan bahwa Microsoft telah menghilangkan banyak pekerjaan terbuka, termasuk dalam bisnis cloud Azure dan unit perangkat lunak keamanannya, karena ekonomi terus melemah.
Microsoft menarik daftar pekerjaan untuk divisi cloud dan keamanannya – keduanya memiliki kinerja yang baik, secara finansial.
Namun, Microsoft menegaskan akan menghormati tawaran pekerjaan yang telah dibuat dan akan membuat beberapa pengecualian untuk peran penting.
Microsoft diperkirakan akan mengumumkan pendapatan kuartal III/2022 pada 25 Oktober, Microsoft diprediksi akan mengungkapkan jumlah karyawan yang di PHK.
Adapun, Microsoft tidak sendirian dalam mengurangi jumlah karyawan atau menerapkan pembekuan perekrutan. Pasalnya, beberapa perusahaan teknologi besar melakukan langkah serupa.
Tesla, misalnya, telah merestrukturisasi operasinya dan telah memangkas 10.000 pekerjaan, setelah Elon Musk mengumumkan dia memiliki "perasaan yang sangat buruk" tentang ekonomi dan berencana memotong jumlah karyawan sebesar 10 persen dan "menghentikan semua perekrutan di seluruh dunia."
Selain itu, Apple, pada Agustus memberhentikan sejumlah karyawannya, dalam upaya nyata untuk memperlambat perekrutan dan menekan pengeluaran.
CEO Google Sundar Pichai pada bulan Juli memperingatkan bahwa Alphabet berencana untuk memperlambat perekrutan dan mengkonsolidasikan investasi hingga 2023
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Xiaomi Indonesia akan merilis Redmi Note 12 Pro pada 31 Mei 2023 di Indonesia.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.
Fitur Instants Instagram bikin banyak pengguna salah kirim foto. Berikut cara menonaktifkan dan membatalkan Instants agar privasi tetap aman.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.