Presiden Kolombia Tetapkan Darurat Ekonomi, 53.526 Rumah Rusak
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
Ilustrasi mobil listrik atau kendaraan listrik. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus bekerja keras untuk merampungkan teknologi kendaraan listrik otonom level 4 yang ditargetkan bisa terwujud pada tahun ini.
Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN Yanuandri Putrasari mengatakan teknologi otonom level 4 pada kendaraan listrik, memiliki sistem yang bisa melakukan semua kegiatan berkendara di mana pengemudi dapat mengabaikan perjalanan dan melakukan kegiatan lain.
"Salah satu tantangan mewujudkannya terletak pada sistem pengereman yang mumpuni. Sistem yang tidak hanya akurat dan aman, tetapi juga nyaman bagi pengendara di dalamnya," kata Yanu dalam keterangan tertulis seperti dikutip Antara, Kamis (6/4/2023).
Yanu menganalogikan sistem pengereman pada kendaraan listrik layaknya mekanisme pada tubuh manusia.
Mata akan mengirimkan sinyal kepada otak tentang kondisi di depan ketika kita berjalan atau berlari. Entah kondisi jalanan yang sepi atau justru memiliki halangan. Kemudian, otak memberikan perintah kepada tubuh untuk menghindari atau dalam hal ini berhenti.
Menurut Yanu, implementasi itu justru jauh lebih kompleks dalam praktiknya alias tak semudah yang dipikirkan.
Dia menjelaskan kamera layaknya mata yang bertugas mendeteksi dan memberikan input data kepada CPU yang menjadi otak kendaraan. CPU yang sudah dilengkapi sensor nantinya akan mengirimkan perintah kepada aktuator untuk secara otomatis melakukan pengereman. "Aktuator tadi pompa hidrolik di bagian rem bekerja," jelas Yanu.
BRIN telah sebetulnya telah membenamkan pengereman otomatis pada prototipe kendaraan listrik Micro Electric Autonomous Vehicle (MEVi). Namun, sistem itu masih secara on/off, sehingga mobil yang tengah bergerak bisa mendadak berhenti.
Yanu menyampaikan perlu ada penyesuaian jarak antara kendaraan listrik dengan benda atau rintangan yang ada di depannya. Kecepatan dikurangi perlahan, sehingga pengemudi nyaman. Saat ini tim riset BRIN sedang berupaya mendesain dari awal sistem pengereman darurat.
Sistem itu akan diimplementasikan pada platform kendaraan listrik baru yang spesifikasi teknisnya didesain sedemikian rupa. Misalnya, seukuran kendaraan penumpang kecil dua penumpang hingga minibus yang dapat menggunakan perangkat otomotif standar.
Yanu percaya teknologi kendaraan listrik otonom level 4 yang menjadi target tahun ini dapat terwujud. Tantangan lainnya, bagaimana implementasi mobil listrik otonom ini ke depannya.
Dia berharap kendaraan listrik otonom kelak justru bisa menjadi sumber pelajaran bagi para pengguna agar lebih tertib berkendara. (Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.