Mentan Bongkar Mafia Proyek hingga Benih Rp3,3 Miliar
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Ilustrasi mobil listrik atau kendaraan listrik. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA--Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus bekerja keras untuk merampungkan teknologi kendaraan listrik otonom level 4 yang ditargetkan bisa terwujud pada tahun ini.
Kepala Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) BRIN Yanuandri Putrasari mengatakan teknologi otonom level 4 pada kendaraan listrik, memiliki sistem yang bisa melakukan semua kegiatan berkendara di mana pengemudi dapat mengabaikan perjalanan dan melakukan kegiatan lain.
"Salah satu tantangan mewujudkannya terletak pada sistem pengereman yang mumpuni. Sistem yang tidak hanya akurat dan aman, tetapi juga nyaman bagi pengendara di dalamnya," kata Yanu dalam keterangan tertulis seperti dikutip Antara, Kamis (6/4/2023).
Yanu menganalogikan sistem pengereman pada kendaraan listrik layaknya mekanisme pada tubuh manusia.
Mata akan mengirimkan sinyal kepada otak tentang kondisi di depan ketika kita berjalan atau berlari. Entah kondisi jalanan yang sepi atau justru memiliki halangan. Kemudian, otak memberikan perintah kepada tubuh untuk menghindari atau dalam hal ini berhenti.
Menurut Yanu, implementasi itu justru jauh lebih kompleks dalam praktiknya alias tak semudah yang dipikirkan.
Dia menjelaskan kamera layaknya mata yang bertugas mendeteksi dan memberikan input data kepada CPU yang menjadi otak kendaraan. CPU yang sudah dilengkapi sensor nantinya akan mengirimkan perintah kepada aktuator untuk secara otomatis melakukan pengereman. "Aktuator tadi pompa hidrolik di bagian rem bekerja," jelas Yanu.
BRIN telah sebetulnya telah membenamkan pengereman otomatis pada prototipe kendaraan listrik Micro Electric Autonomous Vehicle (MEVi). Namun, sistem itu masih secara on/off, sehingga mobil yang tengah bergerak bisa mendadak berhenti.
Yanu menyampaikan perlu ada penyesuaian jarak antara kendaraan listrik dengan benda atau rintangan yang ada di depannya. Kecepatan dikurangi perlahan, sehingga pengemudi nyaman. Saat ini tim riset BRIN sedang berupaya mendesain dari awal sistem pengereman darurat.
Sistem itu akan diimplementasikan pada platform kendaraan listrik baru yang spesifikasi teknisnya didesain sedemikian rupa. Misalnya, seukuran kendaraan penumpang kecil dua penumpang hingga minibus yang dapat menggunakan perangkat otomotif standar.
Yanu percaya teknologi kendaraan listrik otonom level 4 yang menjadi target tahun ini dapat terwujud. Tantangan lainnya, bagaimana implementasi mobil listrik otonom ini ke depannya.
Dia berharap kendaraan listrik otonom kelak justru bisa menjadi sumber pelajaran bagi para pengguna agar lebih tertib berkendara. (Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mentan Amran bongkar skandal Kementan: mafia proyek, ASN dipecat, hingga dugaan benih Rp3,3 miliar. Pelaku terancam hukuman berat.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Rabu 20 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Mentan Andi Amran Sulaiman memecat ASN Kementan terkait dugaan penyelewengan anggaran Rp500 juta. Pegawai tersebut kini berstatus DPO.
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Badan Geologi memperluas radius aman hingga 3,5 kilometer ke arah kawah aktif utara.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini Rabu 20 Mei 2026 lengkap dengan rute Stasiun Tugu-YIA, tarif Rp50.000, dan jam keberangkatan terbaru.
Guru Besar UII Suparman Marzuki menawarkan transformasi berbasis memori untuk penyelesaian pelanggaran HAM berat di Indonesia.