Pembangunan Kampus UIN Sunan Kalijaga di Pajangan Resmi Dimulai
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Komunitas motor tua Motor Antique Club Indonesia (MACI) saat berfoto bersama di JEC. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 15.000 motor tua bakal dari berbagai kota dan negara akan masuk ke Jogja dalam gelaran Djogjantique Day 2023 yang digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 4-5 Agustus 2023 mendatang.
Event motor ini digelar secara gratis sehingga semua pengunjung bisa keluar masuk untuk menikmati berbagai jenis motor klasik yang jarang ditemukan di jalanan. Selain itu akan ada banyak acara pendukung mulai dari gelaran UMKM hingga konser musik.
“Jumlah motor yang datang setiap tahun terus bertambah, untuk 2023 ini kami perkirakan sekitar 15.000 motor yang datang, dari berbagai kota termasuk beberapa negara seperti Malaysia dan Thailand sudah mengkonfirmasi akan hadir. Biasanya dari beberapa negara tanpa konfirmasi juga hadir seperti tahun lalu,” kata Ketua Motor Antique Club Indonesia (MACI) Jogja Admaji Apriliyanto, Sabtu (27/7/2023).
BACA JUGA : Komunitas Motor Tua: Bukan Zamannya Lagi Arogan di Jalan
Sebanyak 72 cabang MACI dan 25 klub baru menyatakan akan hadir meramaikan JEC serta perwakilan dari sejumlah negara. Ia mengatakan motor antik atau motor tua tersebut khusus yang diproduksi di bawah 1973 yang diproduksi Eropa dan Amerika seperti Norton, Djawa, Ariel, Triumph, BSA dan lain-lain.
“Rencananya awal pembukaan akan dibuka dengan live painting dari seniman lukis Nasirun, termasuk KGPAA Paku Alam X juga rencananya akan rawuh. Nanti untuk lukisan Pak Nasirun ini akan dilelang yang hasilnya untuk kegiatan sosial dengan penanaman pohon di sekitar sungai berhulu Merapi,” ujarnya.
Ketua Djogjantique Day (DAD) 2023 Anton Rey Gong menambahkan tema DAD tahun ini yaitu Stasioner yang artinya stabil, imbang dan tenang. Tema ini diambil mengingat tahun 2023 ini memang butuh kestabilan karena memasuki tahun politik sekaligus perbaikan ekonomi usai pandemi.
BACA JUGA : Pencinta Motor Antik Merapat! Djogjaantique Resmi Dibuka
“Ketika semuanya stabul maka akan berpengaruh positif terhadap pelaku industry ekonomi kreatif dan komunitas motor pada umumnya. Oleh karena itu dalam kegiatan ini melibatkan banyak UMKM dan masuk ke area acara gratis, pengunjung bisa melihat banyak motor tua,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.