KPK Masih Dalami Dugaan Suap Amplop untuk Menhut Raja Juli Antoni
KPK menyatakan laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni selesai pada aspek pencegahan, namun dugaan suap masih didalami dalam penyidikan.
Maps, peta pada ponsel - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Perubahan dilakukan Google pada fitur Google maps. Untuk meningkatkan privasi pengguna, Google memutuskan menghentikan pengumpulan data lokasi.
Dikutip dari Business Insider, Sabtu (16/12/2023), perusahaan tersebut memutuskan bahwa data lokasi dari lini masa yang dikontrol oleh pengaturan riwayat lokasi dan catatan rute perjalanan pengguna akan disimpan langsung di perangkat pengguna, bukan di Google. Artinya, Google tidak lagi memiliki akses terhadap data riwayat lokasi pengguna.
Selain itu, permintaan data lokasi pengguna dari Google, misalnya melalui perintah "geofence" yang meminta data tentang setiap pengguna yang berada di dekat tempat tertentu pada waktu tertentu, juga tidak lagi diterapkan.
Selama ini, Google mendapat tekanan yang semakin besar untuk menghentikan fitur pengumpulan data lokasi pengguna terutama sejak aturan Roe v. Wade dibatalkan. Berkaca pada sejumlah kasus yang terkait dengan aturan tersebut, data lokasi beserta riwayat pencarian di internet dan bahkan riwayat pengiriman pesan selama ini dapat digunakan sebagai bukti kriminal terhadap individu yang melakukan aborsi di negara-negara yang melarang aborsi.
Pada bulan Mei lalu sebanyak 42 Anggota Partai Demokrat dari DPR dan Senat AS menandatangani surat yang ditujukan kepada CEO Google Sundar Pichai dan mendesak perusahaan untuk berhenti mengumpulkan dan menyimpan informasi lokasi pengguna.
"Praktik Google saat ini dalam mengumpulkan dan menyimpan catatan ekstensif data lokasi ponsel akan memungkinkan menjadikannya alat bagi ekstremis sayap kanan yang ingin menindak orang-orang yang mencari layanan kesehatan reproduksi," tulis surat itu.
BACA JUGA: Google Doodle Menampilkan Kapal Pinisi Indonesia, Ini Asal Sejarahnya
Sebelumnya pada Juli, Google mengumumkan akan menghapus data riwayat lokasi pengguna yang mengunjungi klinik aborsi, pusat perawatan narkoba, tempat penampungan kekerasan dalam rumah tangga, klinik penurunan berat badan, dan lokasi sensitif terkait kesehatan lainnya.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa jika sistem mengidentifikasi bahwa pengguna telah mengunjungi salah satu lokasi sensitif maka sistem tersebut akan menghapus entri tersebut dari riwayat lokasi pengguna tersebut "segera setelah mereka berkunjung". Kini, kendali tersebut kembali berada di tangan masing-masing pengguna.
Google mengatakan kepada Business Insider bahwa pembaruan tersebut adalah bagian dari upaya perusahaan yang lebih besar untuk meningkatkan privasi pengguna dan memberi individu kontrol lebih besar atas data mereka, merujuk pada fitur lain seperti penghapusan otomatis dan Mode Incognto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyatakan laporan gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni selesai pada aspek pencegahan, namun dugaan suap masih didalami dalam penyidikan.
Lando Norris kena penalti 10 grid di GP Belgia karena ganti baterai keempat. McLaren pilih Spa karena mudah menyalip. Simak strategi dan optimisme Norris.
Jepang luncurkan AI Factory pertama di dunia dengan NVIDIA! 140 MW, 27.500 GPU, target 30% pasar robotika global. Simak selengkapnya di Harianjogja.
Putri KW kejutkan Japan Open 2026! Kalahkan unggulan 2 China, Wang Zhi Yi, dengan skor 21-4 di gim penentuan. Simak jalannya pertandingan selengkapnya.
Post Malone, Robbie Williams, Tom Cruise, dan IShowSpeed siap meriahkan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol. Simak lineup hiburan spektakuler dari FIFA.
BRIN membuka Program Pemagangan Nasional 2026 bagi lulusan D4 dan S1. Tersedia hingga 375 formasi dengan uang saku UMK, mentor profesional, dan sertifikasi BNSP