Wasit Final Piala Dunia 2026 Pernah Terseret Kontroversi Besar
Slavko Vincic ditunjuk sebagai wasit final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol. Rekam jejak kontroversialnya termasuk penangkapan di pesta seks dan keputusan
NVidia
Harianjogja.com, JOGJA—Jepang kembali mencatatkan sejarah baru dalam dunia teknologi. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang bersama para pemimpin industri dan NVIDIA, dengan dukungan Noetra Corp, resmi meluncurkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) nasional pertama di dunia yang berfokus pada physical AI .
Proyek ambisius ini dinamai NVIDIA Vera Rubin AI Factory, sebuah pusat data raksasa yang mengoperasikan 13.750 Vera CPU dan 27.500 Rubin GPU dengan kapasitas mencapai 140 megawatt.
Infrastruktur ini menggunakan platform NVIDIA DSX serta jaringan Spectrum-X Ethernet untuk mendukung pengembangan model multimodal berskala besar. Model dasar yang dikembangkan nantinya akan dibagikan secara terbuka kepada pengembang dan perusahaan di Jepang, lengkap dengan ekosistem perangkat lunak NVIDIA seperti Nemotron, Cosmos, Isaac GR00T, dan pustaka NeMo. Dengan kemampuan melatih model hingga skala triliunan parameter, Jepang berambisi menjadi pusat inovasi robotika dan manufaktur cerdas dunia .
Proyek ini menjadi tulang punggung FRONTia Project, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan mengembangkan model multimodal untuk robotika dan physical AI. Dengan memanfaatkan kekuatan data industri dan keahlian manufaktur Jepang, FRONTia diharapkan mampu mempercepat lahirnya agen AI, digital twins, serta aplikasi robotika cerdas yang dapat digunakan lintas sektor, mulai dari otomotif, elektronik, hingga logistik dan perawatan kesehatan.
Menteri METI, Ryosei Akazawa, menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam proyek ini.
“Dengan memanfaatkan kekuatan Jepang dan bekerja sama dengan inovator dunia, kami akan membangun model multimodal yang andal dan berkontribusi pada penyelesaian tantangan sosial global,” ujarnya dikutip dari laman resmi NVIDIA.
CEO NVIDIA, Jensen Huang, menambahkan bahwa Jepang telah menciptakan manufaktur modern, dan kini mereka membangun "pabrik AI" yang akan menggerakkan revolusi industri berikutnya . Sementara itu, CEO Noetra Corp, Hironobu Tamba, menekankan skala tantangan yang dihadapi. “Mewujudkan physical AI di dunia nyata membutuhkan komputasi, data, dan teknologi dasar dalam jumlah masif—tantangan yang tidak bisa diselesaikan oleh satu perusahaan saja,” katanya .
Strategi AI Robotika Jepang menargetkan penguasaan 30% pangsa pasar global AI robotika pada 2040, dengan nilai mencapai USD133 miliar . Dengan kemampuan melatih model hingga skala triliunan parameter dan ekosistem terbuka yang dibagikan kepada publik, Jepang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempersiapkan generasi baru inovator AI. Langkah ini menandai era baru di mana physical AI tidak lagi menjadi fiksi ilmiah, tetapi kenyataan yang akan mengubah cara kita bekerja, berproduksi, dan berinteraksi dengan dunia fisik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Slavko Vincic ditunjuk sebagai wasit final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol. Rekam jejak kontroversialnya termasuk penangkapan di pesta seks dan keputusan
PSIM Jogja menggelar medical check-up bagi pemain jelang Liga 1 musim 2026/2027. Pemeriksaan meliputi cek jantung, darah, hingga riwayat cedera dan kesehatan.
Gelombang panas Tokyo memaksa pegawai negeri pakai celana pendek ke kantor! Gubernur Yuriko Koike izinkan sebagai bagian dari kampanye Cool Biz. Simak pro-kontr
Kapan harus hapus cache HP? Jangan setiap hari! Simak fungsi cache, waktu tepat membersihkan, dan cara hapus di Android & iPhone agar HP tetap optimal.
Lando Norris kena penalti 10 grid di GP Belgia karena ganti baterai keempat. McLaren pilih Spa karena mudah menyalip. Simak strategi dan optimisme Norris.
Jepang luncurkan AI Factory pertama di dunia dengan NVIDIA! 140 MW, 27.500 GPU, target 30% pasar robotika global. Simak selengkapnya di Harianjogja.