Jepang Resmikan AI Factory Terbesar di Dunia

Jumali
Jumali Jum'at, 17 Juli 2026 14:27 WIB
Jepang Resmikan AI Factory Terbesar di Dunia

NVidia


Harianjogja.com, JOGJA—Jepang kembali mencatatkan sejarah baru dalam dunia teknologi. Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang bersama para pemimpin industri dan NVIDIA, dengan dukungan Noetra Corp, resmi meluncurkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) nasional pertama di dunia yang berfokus pada physical AI .

Proyek ambisius ini dinamai NVIDIA Vera Rubin AI Factory, sebuah pusat data raksasa yang mengoperasikan 13.750 Vera CPU dan 27.500 Rubin GPU dengan kapasitas mencapai 140 megawatt.

Infrastruktur ini menggunakan platform NVIDIA DSX serta jaringan Spectrum-X Ethernet untuk mendukung pengembangan model multimodal berskala besar. Model dasar yang dikembangkan nantinya akan dibagikan secara terbuka kepada pengembang dan perusahaan di Jepang, lengkap dengan ekosistem perangkat lunak NVIDIA seperti Nemotron, Cosmos, Isaac GR00T, dan pustaka NeMo. Dengan kemampuan melatih model hingga skala triliunan parameter, Jepang berambisi menjadi pusat inovasi robotika dan manufaktur cerdas dunia .

Proyek ini menjadi tulang punggung FRONTia Project, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan mengembangkan model multimodal untuk robotika dan physical AI. Dengan memanfaatkan kekuatan data industri dan keahlian manufaktur Jepang, FRONTia diharapkan mampu mempercepat lahirnya agen AI, digital twins, serta aplikasi robotika cerdas yang dapat digunakan lintas sektor, mulai dari otomotif, elektronik, hingga logistik dan perawatan kesehatan.

Menteri METI, Ryosei Akazawa, menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam proyek ini.

“Dengan memanfaatkan kekuatan Jepang dan bekerja sama dengan inovator dunia, kami akan membangun model multimodal yang andal dan berkontribusi pada penyelesaian tantangan sosial global,” ujarnya dikutip dari laman resmi NVIDIA.

CEO NVIDIA, Jensen Huang, menambahkan bahwa Jepang telah menciptakan manufaktur modern, dan kini mereka membangun "pabrik AI" yang akan menggerakkan revolusi industri berikutnya . Sementara itu, CEO Noetra Corp, Hironobu Tamba, menekankan skala tantangan yang dihadapi. “Mewujudkan physical AI di dunia nyata membutuhkan komputasi, data, dan teknologi dasar dalam jumlah masif—tantangan yang tidak bisa diselesaikan oleh satu perusahaan saja,” katanya .

Strategi AI Robotika Jepang menargetkan penguasaan 30% pangsa pasar global AI robotika pada 2040, dengan nilai mencapai USD133 miliar . Dengan kemampuan melatih model hingga skala triliunan parameter dan ekosistem terbuka yang dibagikan kepada publik, Jepang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mempersiapkan generasi baru inovator AI. Langkah ini menandai era baru di mana physical AI tidak lagi menjadi fiksi ilmiah, tetapi kenyataan yang akan mengubah cara kita bekerja, berproduksi, dan berinteraksi dengan dunia fisik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online