Tiga ASN Jayawijaya Ditembak, KemenHAM Minta Pelaku Dihukum
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Ilustrasi satelit (Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Pendiri SpaceX Elon Musk menilai sistem pengacakan sinyal oleh Rusia telah menghabiskan sumber daya untuk melindungi layanan internet miliknya, Starlink, yang digunakan oleh Ukraina.
Menurut Musk, Rusia berhasil mengganggu semua sistem komunikasi yang dipakai oleh Ukraina kecuali Starlink.
Namun, SpaceX harus mengeluarkan "sumber daya yang signifikan" untuk melawan upaya pengacakan oleh Rusia, kata Musk di platform X pada Jumat. “Ini masalah yang sulit," kata dia.
BACA JUGA : Helikopter Ditumpangi Presiden Iran Jatuh, Rusia Kirim Pesawat Canggih Bantu Pencarian
Namun, New York Times yang mengutip pejabat Ukraina melaporkan bahwa Rusia telah menggunakan teknologi canggih untuk mengganggu layanan Starlink di Ukraina.
Washington Post juga melaporkan bahwa Rusia berhasil mengganggu sistem pemandu senjata modern buatan Barat, termasuk roket berpemandu GPS Excalibur dan High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS).
Laporan itu menyebutkan bahwa para pejabat Ukraina telah mendesak Departemen Pertahanan AS untuk mengatasi masalah ini dengan meminta produsen-produsen senjata AS memperbarui sistem mereka agar bisa mengatasi pengacakan oleh Rusia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut mewarnai suasana Alun-Alun Demak.
PSS Sleman membidik tiga poin saat menjamu Madura United di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (12/9/2026), setelah kalah dari Bali.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026
DIY dan Selandia Baru menjajaki sister province. Kerja sama ini membahas pertanian, peternakan, pendidikan, kebudayaan, hingga pengiriman sperma sapi.
Data PISA 2025 menunjukkan 53% pelajar Indonesia menggunakan chatbot AI untuk membantu belajar setidaknya sekali dalam sepekan.