Teknologi MotoGP yang Kini Hadir di Motor Jalan Raya

Jumali
Jumali Kamis, 10 September 2026 23:07 WIB
Teknologi MotoGP yang Kini Hadir di Motor Jalan Raya

Ducati Streetfighter V2/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Teknologi yang membantu pebalap MotoGP mengendalikan motor pada kecepatan tinggi kini semakin mudah ditemui pada motor jalan raya. ECU, IMU, kontrol traksi, wheelie control, quick shifter, hingga pengaturan engine brake telah diadaptasi untuk membantu pengendara mendapatkan performa sekaligus kontrol yang lebih baik dalam penggunaan sehari-hari.

Di MotoGP, setiap perangkat dikembangkan untuk menghadapi kondisi ekstrem di lintasan. Sementara pada motor produksi massal, teknologi tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan pengendara harian, karakter motor, regulasi, serta standar keselamatan di jalan raya.

Ducati Streetfighter V2 menjadi salah satu contoh motor jalan raya yang menggabungkan sejumlah teknologi elektronik tersebut dalam satu paket. Perangkat elektroniknya bekerja bersama sensor dan sistem kontrol untuk membantu pengendara saat berakselerasi, berpindah gigi, maupun melakukan pengereman.

ECU dan IMU Jadi Otak Sistem Elektronik

Salah satu komponen penting dalam sistem elektronik motor modern adalah Electronic Control Unit (ECU). Perangkat ini mengolah berbagai informasi dari sensor kendaraan untuk mengatur sejumlah parameter mesin dan sistem elektronik.

ECU tidak bekerja sendirian. Pada Streetfighter V2, sistem tersebut dipadukan dengan Inertial Measurement Unit (IMU) enam sumbu yang mampu membaca gerakan serta posisi motor, termasuk ketika motor mengalami perubahan sudut kemiringan.

Informasi dari IMU kemudian digunakan oleh berbagai sistem bantuan pengendara. Salah satunya Ducati Traction Control (DTC) EVO 2 yang membantu mengendalikan selip roda belakang ketika pengendara membuka gas.

Teknologi serupa juga diterapkan pada Ducati Wheelie Control (DWC) EVO. Sistem tersebut membantu mengelola kecenderungan roda depan terangkat ketika motor berakselerasi dengan kuat.

Quick Shifter Membuat Perpindahan Gigi Lebih Cepat

Teknologi yang juga akrab di dunia balap adalah quick shifter. Pada Streetfighter V2, Ducati Quick Shift (DQS) EVO 2 memungkinkan pengendara melakukan perpindahan gigi tanpa harus menggunakan tuas kopling pada kondisi pengoperasian yang didukung sistem.

Fitur tersebut membuat perpindahan gigi berlangsung lebih cepat dan membantu pengendara mempertahankan akselerasi. Teknologi quick shifter yang dahulu identik dengan motor berperforma tinggi kini juga semakin banyak digunakan pada motor produksi jalan raya.

Penggunaannya bukan sekadar mengejar kecepatan. Dalam kondisi tertentu, perpindahan gigi yang lebih cepat dapat membuat pengendara tetap berkonsentrasi pada jalur dan kontrol motor, terutama ketika menghadapi rangkaian tikungan.

Engine Brake Membantu Saat Motor Melambat

Teknologi elektronik juga bekerja ketika pengendara mulai mengurangi kecepatan. Engine Brake Control EVO membantu mengatur efek pengereman mesin sehingga perubahan beban pada roda belakang dapat dikendalikan ketika pengendara melakukan deselerasi.

Pengaturan tersebut menjadi penting pada motor berperforma tinggi karena perubahan kecepatan yang agresif dapat memengaruhi kestabilan kendaraan. Sistem elektronik membantu mengelola respons tersebut sesuai kondisi yang terbaca oleh sensor.

Di sisi lain, motor jalan raya membutuhkan perangkat keselamatan yang tidak digunakan dalam bentuk yang sama pada motor MotoGP. Salah satunya adalah ABS yang dirancang untuk membantu mencegah roda terkunci ketika pengereman dilakukan.

ABS Cornering untuk Pengereman Saat Motor Miring

Streetfighter V2 menggunakan ABS Cornering EVO yang memanfaatkan informasi posisi dan gerakan motor untuk mengoptimalkan intervensi ABS ketika pengereman dilakukan saat motor menikung.

Fitur tersebut menunjukkan bagaimana teknologi elektronik pada motor modern tidak hanya digunakan untuk meningkatkan performa, tetapi juga membantu pengendara menjaga kontrol ketika menghadapi situasi pengereman yang lebih kompleks.

Pendekatannya berbeda dengan motor balap MotoGP yang mengikuti regulasi khusus untuk kompetisi. Motor jalan raya harus mengutamakan kebutuhan penggunaan sehari-hari, termasuk perangkat keselamatan yang sesuai dengan peruntukan kendaraan.

Teknologi Balap Juga Berkaitan dengan Perlengkapan Keselamatan

Transfer inovasi dari dunia balap tidak hanya terlihat pada perangkat elektronik motor. Perkembangan perlengkapan keselamatan juga menjadi bagian penting dari evolusi olahraga motor.

Salah satunya adalah standar helm FIM Racing Homologation Programme for Helmets (FRHPhe-01). Standar homologasi tersebut digunakan untuk helm yang dipakai dalam kompetisi yang berada di bawah regulasi FIM dan mencakup pengujian terhadap berbagai karakteristik keselamatan helm.

Pengujian homologasi FIM mencakup sejumlah aspek, termasuk kemampuan helm menghadapi benturan dan karakteristik perlindungan yang dibutuhkan dalam kompetisi. Standar tersebut ditujukan untuk lingkungan balap dan tidak sama dengan sertifikasi helm yang diwajibkan bagi pengguna jalan raya.

Karena itu, hubungan antara MotoGP dan motor produksi massal lebih tepat dilihat sebagai proses adaptasi teknologi. Perangkat yang dikembangkan untuk menghadapi tuntutan performa di lintasan dapat menjadi inspirasi atau basis pengembangan fitur pada kendaraan produksi setelah disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Pada akhirnya, pengendara jalan raya tidak membutuhkan motor dengan karakter seperti prototipe MotoGP. Yang mereka butuhkan adalah teknologi yang mampu mengambil sebagian manfaat dari pengembangan dunia balap—seperti kontrol traksi, pengendalian wheelie, quick shifter, dan ABS cornering—lalu mengemasnya menjadi fitur yang dapat digunakan secara aman dalam kondisi jalan sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online