Chat GPT Digugat Lima Media, Ini Alasannya

Rika Anggraeni
Rika Anggraeni Sabtu, 30 November 2024 20:57 WIB
Chat GPT Digugat Lima Media, Ini Alasannya

Chat GPT - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—OpenAI Inc, perusahaan milik Sam Altman yang menjalankan ChatGPT digugat karena melanggar hak cipta.

Mereka dituding menggunakan artikel pemberitaan secara ilegal untuk melatih kecerdasan buatan perusahaan seperti ChatGPT.

Seperti dikutip Bisnis.com dari Bloomberg, Sabtu (30/11/2024), lima penerbit berita di Kanada yang menggugat OpenAI antara lain Torstar Corp., Postmedia Network Canada Corp., Globe and Mail Inc., Canadian Press, dan CBC/Radio-Canada.

Kelima media ini mengajukan gugatan pada Kamis (28/11/2024) di Pengadilan Tinggi Ontario, Kanada untuk mencari ganti rugi yang akan ditentukan di persidangan.

"OpenAI memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari penggunaan konten ini, tanpa mendapatkan izin atau memberikan kompensasi kepada pemilik konten," kata penerbit dalam sebuah pernyataan.

Maka dari itu, para penggugat menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas sebagian besar konten jurnalistik Kanada.

BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Segera Tembus hingga Prambanan, Kontraktor Siap Pasang Penerangan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Sementara itu, juru bicara OpenAI mengatakan bahwa pelatihan model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) perusahaannya berdasarkan pada data yang tersedia untuk umum. Lalu, pelatihan model AI juga didasarkan pada penggunaan wajar dan prinsip hak cipta internasional terkait.

Perusahaan milik Sam Altman itu juga mengeklaim bahwa mereka bekerja sama dengan penerbit berita tentang bagaimana konten mereka ditampilkan, diberi atribusi, dan ditautkan, termasuk cara untuk memilih keluar.

Adapun, kasus serupa sempat terjadi pada akhir tahun lalu. Perusahaan media Amerika Serikat (AS) yakni New York Times Co. menggugat OpenAI dan mitranya, raksasa perangkat lunak Microsoft Corp.

Kala itu, New York Times Co. menuduh kedua perusahaan tersebut mengandalkan jutaan artikel hak ciptanya untuk melatih sistem AI mereka.

Paul Deegan, Presiden kelompok perdagangan News Media Canada, yang mewakili penggugat penerbit surat kabar, menyebut OpenAI adalah "jurnalisme pertambangan strip sementara secara substansial, tidak adil, dan secara tidak sah memperkaya diri mereka sendiri."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online