Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Logo Honda/Reuters-Michael Caronna
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan otomotif asal Jepang, Honda memilih untuk serius menggarap mobil hybrid daripada mobil listrik. Hal ini ditandai dengan penurunan target penjualan mobil listrik merek Honda menjadi 30 persen dari total pasar pada tahun fiskal 2030.
BACA JUGA: Tren Mobil Hybrid di Jateng dan DIY Meningkat
Adapun alasan dari Honda memilih mengembangkan mobil hybrid daripada mobil listrik adalah terus berkembangnya pasar mobil hybrid di sejumlah negara.
"Sangat sulit membaca pasar. Tapi, untuk saat ini kami melihat bahwa kendaraan listrik hanya akan mencapai seperlima dari total pasar saat itu," kata CEO Honda, Toshihiro Mibe, dikutip dari Reuters, Kamis (22/5/2025).
Oleh karena itu, Honda melakukan penundaan rencana pembangunan basis produksi kendaraan listrik di Ontario, Kanada selama dua tahun. Honda akan memulai fokus pada mobil listrik setelah tahun 2040, dengan pertimbangan komitmen mereka mendukung keberdaan mobil yang ramah lingkungan.
Sejauh ini, Honda telah menyiapkan 13 mobil hybrid secara global mulai 2027. Mereka juga akan mengembangkan sistem hybrid untuk model berukuran besar. Selain itu, Honda menargetkan penjualan mobil hybrid sebesar 2,2 hingga 2,3 juta unit pada 2030.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung