Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Ilustrasi Kantor Nissan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan mobil asal Jepang, Nissan dikabarkan bersiap menjual kantor pusatnya di Yokohama, Jepang. Langkah ini dilakukan menyusul kesulitan keuangan yang menimpa Nissan.
BACA JUGA: Nissan Bakal PHK 10.000 Pekerjanya
Nikkei Asia melaporkan, penjualan kantor pusat Nissan di Yokohama, Jepang direncanakan sebelum Marey 2026. Gedung ini sudah menjadi markas utama perusahaan sejak pindah dari Tokyo pada 2009 dan berada tak jauh dari Stasiun Yokohama. Adapun nilai dari kantor Nissan di Yokohama itu diperkirakan mencapai lebih dari 100 miliar yen, atau sekitar Rp12 triliun.
Dengan penjualan kantor pusat, maka Nissan akan terbantu dalam upaya menggalang dana guna menutup tujuh dari 17 pabrik globalnya yang saat ini sedang dalam kondisi kurang menguntungkan. Meskipun saat ini, belum ada kepastian soal langkah Nissan setelah menjual kantor pusatnya itu. Namun skenario paling masuk akal adalah perusahaan akan tetap menyewa kembali gedung tersebut setelah berpindah kepemilikan.
Strategi itu sebelumnya dilakukan oleh McLaren saat menjual markas mereka di Woking, Inggris, senilai USD 237 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun, lalu meneken kontrak sewa selama 20 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung