Honda Rem Mendadak Proyek EV, Kini Gaspol Mobil Hybrid
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Mobil listrik ukuran kecil milik BYD yang disiapkan untuk pasar Jepang/CarnewsChina
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan mobil listrik asal China, BYD dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik (EV) berukuran kecil dan akan dilepas untuk pasar Jepang, pada 2026. Nantinya, EV berukuran kecil tersebut akan bertarung dengan sejumlah produk mobil listrik di pasar Negeri Sakura.
BACA JUGA: Berseteru dengan Trump, Elon Musk Kehilangan 141 Triliun
Carnewschina, Jumat (6/6/2025) mengungkapkan, EV berukuran kecil tersebut akan dibanderol sekitar 2,5 juta yen (sekitar Rp290 juta), lebih murah dibandingkan model BYD Dolphin yang dijual seharga 2,9 juta yen.
EV berukuran kecil itu juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas 20 kWh, dan dilengkapi sistem pendingin udara dengan pompa panas dan dukungan pengisian cepat hingga 100 kW.
Selama ini pasar mobil EV berukuran kecil masih dipegang oleh Toyota, Honda, dan Nissan. Namun dengan masuknya, BYD bukan tidak mungkin, pangsa pasar tersebut akan berubah.
Pada 2022, penjualan mobil listrik di segmen kei car meningkat menjadi 46,3 persen dari total penjualan kendaraan listrik, naik drastis dari 2,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.