Jangan Tunggu Rusak, Ini 7 Tanda Laptop Perlu Diganti
Kenali 7 tanda laptop mulai ketinggalan teknologi, dari performa lambat, baterai boros hingga tak mendapat pembaruan keamanan. Kapan harus ganti?
Mobil listrik ukuran kecil milik BYD yang disiapkan untuk pasar Jepang/CarnewsChina
Harianjogja.com, JOGJA—Pabrikan mobil listrik asal China, BYD dikabarkan tengah menyiapkan mobil listrik (EV) berukuran kecil dan akan dilepas untuk pasar Jepang, pada 2026. Nantinya, EV berukuran kecil tersebut akan bertarung dengan sejumlah produk mobil listrik di pasar Negeri Sakura.
BACA JUGA: Berseteru dengan Trump, Elon Musk Kehilangan 141 Triliun
Carnewschina, Jumat (6/6/2025) mengungkapkan, EV berukuran kecil tersebut akan dibanderol sekitar 2,5 juta yen (sekitar Rp290 juta), lebih murah dibandingkan model BYD Dolphin yang dijual seharga 2,9 juta yen.
EV berukuran kecil itu juga dilengkapi dengan baterai berkapasitas 20 kWh, dan dilengkapi sistem pendingin udara dengan pompa panas dan dukungan pengisian cepat hingga 100 kW.
Selama ini pasar mobil EV berukuran kecil masih dipegang oleh Toyota, Honda, dan Nissan. Namun dengan masuknya, BYD bukan tidak mungkin, pangsa pasar tersebut akan berubah.
Pada 2022, penjualan mobil listrik di segmen kei car meningkat menjadi 46,3 persen dari total penjualan kendaraan listrik, naik drastis dari 2,6 persen dibanding tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenali 7 tanda laptop mulai ketinggalan teknologi, dari performa lambat, baterai boros hingga tak mendapat pembaruan keamanan. Kapan harus ganti?
Penumpang KA Daop 6 naik 24% dalam sepekan. KAI menambah dua perjalanan dari Solo dan Jogja menuju Jakarta.
Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini akan world premiere di TIFF 2026. Film ini terinspirasi lanskap Bromo dan kisah perempuan.
BMKG mengungkap kebutuhan anggaran untuk peralatan, pemeliharaan, edukasi, hingga komunikasi data dalam memperkuat peringatan dini bencana.
Anggota DPR RI Iman Sukri meminta pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda dioptimalkan dan area pencarian diperluas.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo memilih komunikasi dan pembersihan untuk menekan vandalisme serta sampah visual di sejumlah lokasi.