Mengenal Rudal ATACMS dan PrSM AS yang Rontok dalam Perang Iran
Perang Iran dilaporkan menguras stok rudal ATACMS dan PrSM milik AS. Simak perbedaan, kemampuan, dan tantangan produksinya.
Whatsapp - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Setelah bertahun-tahun menawarkan layanan gratis tanpa iklan, WhatsApp dilaporkan akan menampilkan iklan di status.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mekanisme iklannya menggunakan sinyal seperti negara atau kota pengguna, bahasa, dan saluran yang mereka ikuti.
BACA JUGA: 6 Ponsel Ini Sudah Tidak Bisa Gunakan WhatApp Terbaru
Bukan hanya itu, WhatsApp juga akan menggunakan data iklan yang berinteraksi dengan pengguna.
Dilansir dari Tech Radar, Meta mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan data identitas pribadi, seperti nomor telepon, pesan, panggilan, dan grup pengguna untuk menayangkan iklan yang ditargetkan.
Jika pengguna telah menambahkan akun WhatsApp mereka ke Pusat Akun Meta, perusahaan akan menggunakan preferensi Akun mereka untuk menayangkan iklan.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka mengizinkan perusahaan dan pengguna untuk mempromosikan Channels mereka, fitur siaran WhatsApp, di bagian penemuan.
Mereka juga akan mengizinkan kreator dan bisnis tertentu untuk mengenakan biaya langganan kepada pengguna guna membuka pembaruan eksklusif di Channels.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pembayaran langganan ini akan difasilitasi oleh toko aplikasi.
Meta juga menambahkan bahwa lebih dari 1,5 miliar orang menggunakan Status dan Saluran per hari.
Sejauh ini, WhatsApp telah menghasilkan pendapatan melalui platform WhatsApp Business dan iklan click-to-WhatsApp.
Meta telah berulang kali menyebutkan hal ini sebagai sumber pendapatan yang terus berkembang dalam beberapa laporan pendapatan kuartalan terakhirnya .
Alice Newton-Rex, VP produk di WhatsApp, mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa iklan merupakan perpanjangan yang tepat dari aliran pendapatan aplikasi.
“[Iklan dan produk promosi baru] terasa seperti evolusi alami berikutnya, karena kedua bisnis tersebut kini telah berkembang untuk membantu orang menemukan bisnis secara langsung di WhatsApp. Dan itulah yang semakin sering kami dengar dari para pelaku bisnis yang ingin melakukan hal yang sama,” katanya.
WhatsApp mengatakan iklan dan fitur-fitur ini akan diluncurkan secara global dalam beberapa bulan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Perang Iran dilaporkan menguras stok rudal ATACMS dan PrSM milik AS. Simak perbedaan, kemampuan, dan tantangan produksinya.
Kemkomdigi meminta Google dan Apple menghapus aplikasi Hornet dari Play Store dan App Store di Indonesia karena persoalan kepatuhan aturan PSE dan aduan masyara
Google menghadirkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menghapus watermark pada gambar, video, dan musik hasil kreasi AI Gemini.
Korban gempa M7,7 di Nagekeo, NTT bertambah menjadi 38 jiwa. Ribuan warga mengungsi, bandara, pelabuhan, dan fasilitas kesehatan terdampak.
Gempa M7,7 di Flores, NTT, menyebabkan 200 BTS mengalami gangguan di 10 kabupaten/kota. Komdigi bersama operator seluler melakukan pemulihan jaringan.
Menganggur bukan berarti keuangan harus berantakan. Simak 8 cara menghemat pengeluaran agar uang bertahan lebih lama saat belum memiliki pemasukan.