Penipu Manfaatkan Google Maps, Begini Cara Cek Nomor Telepon Bisnis

Jumali
Jumali Kamis, 24 September 2026 22:07 WIB
Penipu Manfaatkan Google Maps, Begini Cara Cek Nomor Telepon Bisnis

Maps, peta pada ponsel - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Pengguna Google Maps perlu lebih berhati-hati ketika mencari nomor telepon sebuah bisnis. Penipu diduga memanfaatkan fitur daftar bisnis di Google untuk memasang nomor kontak palsu yang dapat mengarahkan pengguna kepada pelaku penipuan.

Modus tersebut terungkap setelah seorang spesialis optimasi mesin pencari (SEO) menemukan sejumlah foto mencurigakan yang diunggah ke profil bisnis di Google Maps. Foto-foto itu diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menampilkan nomor telepon yang berbeda dari kontak resmi perusahaan.

Dikutip dari SlashGear, Kamis (24/9/2026), temuan tersebut pertama kali dibagikan melalui LinkedIn. Penipu diduga memanfaatkan kebiasaan pengguna yang langsung menekan tombol panggil ketika menemukan sebuah bisnis melalui Google Maps.

Jika nomor yang ditampilkan telah diganti, panggilan tersebut tidak akan terhubung ke perusahaan yang sebenarnya. Pengguna justru berpotensi berbicara dengan pihak yang mengaku sebagai perwakilan bisnis.

Lebih dari 150 Foto Mencurigakan

Spesialis SEO yang menemukan modus tersebut melaporkan lebih dari 150 foto mencurigakan pada sejumlah profil bisnis di Amerika Serikat.

Foto-foto tersebut diduga digunakan untuk menampilkan informasi kontak palsu sehingga terlihat seperti bagian dari informasi bisnis yang sah.

Kasus tersebut bukan satu-satunya laporan mengenai upaya serupa. Pada Mei 2026, seorang pengguna Google Maps juga memperingatkan melalui forum Bantuan Google mengenai sejumlah akun yang diduga mengunggah informasi penipuan ke profil bisnis dan daftar lokasi di Maps.

Pola tersebut menunjukkan bahwa pengguna tidak cukup hanya melihat nomor telepon yang muncul pada sebuah listing bisnis.

Google Hapus Akun Kontributor

Setelah kasus tersebut mendapat perhatian, Search Engine Roundtable melaporkan Google telah menghapus akun kontributor yang mengunggah foto-foto berisi nomor telepon palsu tersebut.

Meski demikian, pengguna tetap perlu melakukan verifikasi tambahan ketika hendak menghubungi bisnis, terutama jika pembicaraan berkaitan dengan pembayaran, pemesanan, pengiriman uang, atau informasi pribadi.

Salah satu cara paling sederhana adalah membandingkan nomor telepon yang muncul di Google Maps dengan informasi kontak pada situs resmi perusahaan.

Pengguna juga dapat memeriksa beberapa sumber sekaligus, seperti akun media sosial resmi atau kanal layanan pelanggan yang tercantum pada situs perusahaan.

Cara Menghindari Penipuan Nomor Telepon di Google Maps

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum menelepon bisnis melalui Google Maps:

  1. Bandingkan nomor telepon. Cari nomor yang sama di situs resmi perusahaan dan jangan hanya mengandalkan foto yang muncul pada listing Google Maps.

  2. Periksa situs resmi. Jika bisnis memiliki situs web, gunakan nomor kontak yang tercantum di sana sebagai pembanding.

  3. Waspadai permintaan pembayaran. Jangan langsung melakukan transfer atau memberikan data sensitif hanya karena penelepon mengaku sebagai pihak perusahaan.

  4. Perhatikan perubahan informasi. Jika nomor telepon pada Maps berbeda dengan informasi di kanal resmi perusahaan, lakukan verifikasi terlebih dahulu.

  5. Gunakan kanal resmi. Untuk transaksi atau layanan penting, hubungi perusahaan melalui kanal yang tercantum di situs resminya.

Google Maps memang memudahkan pengguna menemukan lokasi, jam operasional, alamat, dan kontak bisnis. Namun, informasi pada platform tersebut tetap perlu diverifikasi ketika menyangkut transaksi atau data penting.

Karena itu, jangan langsung menganggap nomor telepon yang muncul pada listing Google Maps pasti merupakan kontak resmi. Membandingkannya dengan situs web perusahaan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko berbicara dengan penipu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online