Filipina U-23 Putus Puasa 68 Tahun, Menang Dramatis atas Kuwait di Asian Games 2026
Filipina U-23 mengalahkan Kuwait 2-1 di Asian Games 2026. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Filipina di sepak bola Asian Games sejak 1958.
Ponsel pintar, aplikasi ponsel ilustrasi - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kamera smartphone saat ini sudah mampu menghasilkan foto dengan kualitas yang cukup baik. Namun dalam banyak kondisi, hasil jepretan masih membutuhkan sentuhan tambahan agar warna terlihat lebih hidup, pencahayaan lebih seimbang, atau suasana foto menjadi lebih menarik.
Tidak semua pengguna memiliki kemampuan mengedit foto secara profesional. Karena itu, aplikasi filter foto menjadi solusi praktis untuk mempercantik gambar hanya dalam beberapa langkah. Bahkan, sejumlah aplikasi kini telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memperbaiki kualitas foto secara otomatis.
Berikut sejumlah aplikasi filter foto yang bisa menjadi pilihan pengguna Android maupun iPhone.
Google Photos tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan foto berbasis cloud. Aplikasi ini juga dilengkapi berbagai alat pengeditan yang mudah digunakan.
Pengguna dapat mengatur kecerahan, kontras, saturasi, suhu warna, hingga memanfaatkan efek HDR. Pada perangkat dan akun tertentu, Google juga menghadirkan fitur berbasis AI yang mampu meningkatkan kualitas foto secara otomatis melalui opsi seperti Enhance dan Dynamic.
Snapseed menjadi salah satu aplikasi edit foto gratis yang paling populer. Aplikasi besutan Google ini menawarkan lebih dari 30 alat pengeditan dan filter.
Beberapa filter yang tersedia antara lain Vintage, Noir, Grainy Film, Lens Blur, serta Black and White. Snapseed juga mendukung file RAW dan sistem edit non-destruktif sehingga pengguna dapat mengembalikan foto ke kondisi awal kapan saja.
Bagi pengguna yang menginginkan kontrol lebih detail, Adobe Lightroom bisa menjadi pilihan.
Selain menyediakan preset siap pakai, Lightroom memungkinkan pengguna mengatur pencahayaan, warna, kontras, hingga detail gambar secara manual. Aplikasi ini juga memudahkan pengelolaan koleksi foto melalui fitur pengelompokan berdasarkan lokasi, kamera, maupun kata kunci.
Photoshop Express menawarkan proses editing yang lebih cepat dibandingkan versi Photoshop desktop.
Aplikasi ini menyediakan berbagai filter dan efek visual seperti Black and White, Sepia, Retro, Pop Color, hingga Duo Tone. Pengguna juga dapat mengatur tingkat kekuatan filter sesuai kebutuhan sehingga hasil akhir terlihat lebih natural.
VSCO dikenal luas berkat koleksi filter yang terinspirasi dari karakter film analog.
Selain memberikan nuansa fotografi klasik, aplikasi ini memungkinkan pengguna mengatur grain, kontras, saturasi, hingga HSL (Hue, Saturation, Lightness). VSCO juga menyediakan fitur penyimpanan resep edit agar gaya yang sama dapat digunakan kembali pada foto lainnya.
Picsart menawarkan kombinasi antara editor foto, efek kreatif, dan fitur AI.
Pengguna dapat meningkatkan kualitas foto secara instan, menghapus latar belakang, membuat efek blur, hingga mengubah foto menjadi karya seni digital. Sinkronisasi antara versi mobile dan web juga memudahkan proses editing lintas perangkat.
Canva selama ini lebih dikenal sebagai platform desain grafis. Namun, aplikasi ini juga memiliki fitur edit foto yang cukup lengkap.
Tersedia berbagai filter sekali ketuk seperti Retro dan Rose, serta fitur AI yang dapat mengubah foto menjadi ilustrasi bergaya kartun, anime, maupun lukisan digital. Canva cocok bagi pengguna yang sering membuat konten media sosial.
Fotor menawarkan banyak pilihan filter dan efek visual yang dapat diterapkan secara instan.
Mulai dari efek hitam putih, vintage, Polaroid, hingga gaya artistik modern tersedia dalam aplikasi ini. Selain itu, Fotor juga menyediakan fitur AI untuk memperjelas foto, menghapus objek, dan mengurangi blur.
Pixlr menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang gemar bereksperimen dengan efek visual.
Platform ini menyediakan lebih dari 100 efek, termasuk HDR, Bokeh, Reflection, Dispersion, dan Glitch. Tingkat intensitas setiap efek dapat diatur sehingga hasil edit tetap sesuai selera pengguna.
Adobe Express menawarkan proses editing yang sederhana namun tetap lengkap untuk kebutuhan sehari-hari.
Pengguna dapat menyesuaikan foto, menghapus latar belakang, memotong gambar, menambahkan efek, hingga mengubah ukuran foto untuk berbagai platform digital. Versi gratis sudah cukup untuk kebutuhan dasar, sedangkan fitur tambahan tersedia melalui paket berlangganan.
Tidak ada aplikasi filter foto yang paling cocok untuk semua orang. Setiap aplikasi memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan pengguna.
Google Photos dan Snapseed cocok untuk pengeditan cepat sehari-hari. Lightroom lebih sesuai bagi pengguna yang ingin mengatur foto secara detail. Sementara VSCO menawarkan nuansa fotografi analog yang khas.
Bagi pembuat konten media sosial, Canva dan Adobe Express dapat menjadi pilihan karena menggabungkan fitur edit foto dengan kebutuhan desain. Sedangkan Picsart, Fotor, dan Pixlr cocok bagi pengguna yang ingin mencoba berbagai efek kreatif berbasis AI.
Agar hasil foto tetap terlihat alami, penggunaan filter sebaiknya tidak berlebihan. Pengaturan sederhana pada kecerahan, kontras, dan saturasi sering kali sudah cukup untuk membuat foto terlihat lebih menarik tanpa kehilangan karakter aslinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Filipina U-23 mengalahkan Kuwait 2-1 di Asian Games 2026. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Filipina di sepak bola Asian Games sejak 1958.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.