Megawati Bikin YouTube Hyundai Hillstate Tembus 100 Ribu Subscriber
Megawati Hangestri langsung membawa dampak besar di Hyundai Hillstate. Kanal YouTube klub Korea Selatan itu menembus 100 ribu subscriber jelang debut sang binta
Ilustrasi iphone 16. Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Apple dikabarkan tengah berkolaborasi dengan Samsung untuk memproduksi sensor kamera iPhone 18. Meski detailnya masih misterius, kerja sama ini menandai era baru hubungan kedua perusahaan.
BACA JUGA: BMKG Ungkap Penyebab Gempa di Manado
Financial Times, Sabtu (19/8/2025) mengungkapkan, Apple telah mengonfirmasi kerja sama tersebut. "Meluncurkan teknologi baru yang inovatif membuat chip, yang belum pernah digunakan di manapun di dunia," begitu pernyataan Apple.
Nantinya, chip yang akan diproduksi di fasilitas semikonduktor Samsung di Austin, Texas, AS, ini disebut akan mengoptimalkan kinerja produk Apple, termasuk iPhone. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan sensor gambar bertumpuk tiga lapis yang diprediksi akan menjadi andalan di iPhone 18 yang rilis tahun depan.
Artinya, ini adalah kali pertama Apple kembali bekerja sama dengan Samsung setelah pecah kongsi pada 2010 akibat sengketa paten. Selain Apple, Samsung juga diketahui menjalin kemitraan dengan Tesla untuk pabriknya di Taylor City, Texas, yang menelan biaya US$16,5 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Megawati Hangestri langsung membawa dampak besar di Hyundai Hillstate. Kanal YouTube klub Korea Selatan itu menembus 100 ribu subscriber jelang debut sang binta
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian kompak naik pada Kamis 23 Juli 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 23Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Pakar UMY mengingatkan digitalisasi bansos berpotensi memunculkan kemiskinan baru jika pemerintah belum mengatasi persoalan akses teknologi dan integrasi data.
Penanganan stunting (tengkes) tidak hanya bertumpu pada intervensi gizi dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan gerakan bersama berbasis keluarga