10 Mobil Listrik Terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
Ilustrasi mobil.
Harianjogja.com, JAKARTA—Posisi Indonesia sebagai pasar mobil terbesar di ASEAN semakin terancam, seiring dengan capaian penjualan mobil Malaysia yang kembali menyalip RI pada Agustus 2025.
Mengacu data Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA) penjualan mobil Malaysia pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 73.041 unit, jauh melampaui penjualan ritel Indonesia yang sebanyak 66.478 unit pada bulan yang sama.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, salah satu penyebabnya yakni pemerintah Malaysia memberikan insentif pajak jangka panjang sejak pandemi Covid-19 sehingga mendorong tumbuhnya pasar otomotif di Negeri Jiran.
“Sebabnya pengurangan pajak. Saya enggak tahu detailnya, tapi mereka lebih dulu [beri insentif] daripada kita, bahkan sampai sekarang enggak berhenti,” ujar Kukuh dikutip Minggu (28/9/2025).
BACA JUGA: Warganet Bilang Justin Hubner Red Fleg
Adapun, sepanjang 8 bulan 2025, penjualan mobil di Malaysia tembus 516.862 unit, sedangkan di Indonesia sebanyak 522.162 unit secara ritel.
Meskipun secara keseluruhan penjualan mobil Indonesia masih lebih unggul. Namun, selisihnya sangat tipis, hanya sekitar 5.300 unit. Artinya, bukan tidak mungkin penjualan mobil Malaysia akan segera menyalip Indonesia dalam waktu dekat.
Kukuh pun membandingkan penjualan mobil Indonesia dengan Malaysia yang mampu menembus angka 816.747 unit pada 2024 lalu. Padahal, populasi Negeri Jiran hanya sekitar 34 juta jiwa, jauh di bawah Indonesia yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa.
“Nah, Malaysia kenapa bisa naik di 816.000 unit tahun lalu. Kalau kami tanyakan ke kolega kami di Malaysia, itu semenjak Covid, kebijakan insentifnya terus dipertahankan, sehingga masyarakat yang punya uang akhirnya beli mobil,” jelasnya.
Alhasil, Gaikindo pun berharap bahwa pemerintah dapat memberikan insentif untuk meningkatkan penjualan mobil domestik dengan skema yang sama seperti saat pandemi Covid-19 silam.
Seperti diketahui, pada awal 2022, pemerintah kembali memperpanjang kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebagai bagian dari stimulus pemulihan industri otomotif nasional. Terbukti, penjualan mobil pada 2022 tembus di atas 1 juta unit berkat kebijakan tersebut.
“Sekarang kita perlu insentif, kondisi lagi sulit. Jangka panjangnya kita harus punya kajian yang komprehensif dan menyeluruh. Berapa sih daya beli masyarakat kita? Kalau saya hanya tahu dari Gaikindo, itu datanya 70-80% orang beli mobil yang harganya di bawah Rp400 juta,” pungkas Kukuh.
Mengacu data Gaikindo, pada 8 bulan 2025, total penjualan mobil wholesales sebanyak 500.951 unit, atau turun 10,6% (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebanyak 560.552 unit.
Penjualan mobil secara ritel alias dari dealer ke konsumen pun ikut menyusut 10,7% menjadi 522.162 unit, dibandingkan pada periode 8 bulan 2024 yang sebanyak 584.847 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Jaecoo J5 menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia hingga Agustus 2026 dengan 23.359 unit, mengungguli BYD Atto 1.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Pegadaian meraih The Finance Special Award 2026 kategori The Most Innovative Digital Transformation berkat inovasi layanan digital dan penguatan inklusi keuanga
Pakar PBB mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilu Brasil di tengah laporan pembatasan konten politik.
Stella Christie meminta perguruan tinggi memahami perkembangan AI, mengevaluasi peran pendidikan, dan memetakan kompetensi lulusan.
Riko Simanjuntak meminta maaf kepada suporter setelah PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Stadion Maguwoharjo.