Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Tembus Rp52 Juta, FIFA Dikritik
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Open AI - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—OpenAI, kini resmi menjadi perusahaan rintisan (startup) paling berharga di dunia. Perusahaan ini bahkan melampaui SpaceX milik Elon Musk.
Bloomberg melaporkan, valuasi dari OpenAI meningkat besar-besaran setelah adanya transaksi saham sekunder besar-besaran.
Dalam transaksi terbaru, karyawan dan mantan karyawan OpenAI menjual saham senilai sekitar USD 6,6 miliar (sekitar Rp109,56 triliun) kepada investor. Penjualan sekunder ini mendorong valuasi OpenAI melampaui USD 500 miliar (sekitar Rp8.300 triliun).
Angka ini jauh melampaui valuasi mereka di awal tahun, yang sempat berada di kisaran USD 300 miliar. Sebelumnya, SpaceX memimpin dengan valuasi sekitar USD 400 miliar.
Kenaikan valuasi fantastis ini terjadi di tengah negosiasi strategis antara OpenAI dan Microsoft untuk merestrukturisasi perusahaan menjadi entitas nirlaba yang lebih tradisional. Microsoft adalah mitra terdekat dan pendukung terbesar OpenAI, yang telah menginvestasikan miliaran dolar dan memperluas infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendukung pengembangan mereka.
Dilansir RT, CEO Microsoft, Satya Nadella, sempat menyatakan kekhawatiran bahwa kemajuan AI bisa membuat bisnis inti Microsoft menjadi usang. Kekhawatiran ini sejalan dengan reorganisasi besar-besaran yang menyebabkan Microsoft memangkas lebih dari 15.000 pekerjaan tahun ini.
Didirikan pada tahun 2015, OpenAI awalnya merupakan laboratorium penelitian nirlaba dengan tujuan mengembangkan AI untuk "kebaikan umat manusia." Perusahaan ini meraih ketenaran global setelah meluncurkan ChatGPT pada tahun 2022, diikuti oleh model canggih lainnya seperti GPT-5 pada Agustus 2025. OpenAI juga telah menjalin kesepakatan infrastruktur skala besar dengan mitra seperti Oracle dan SK Hynix.
Namun, kesuksesan ini diwarnai perseteruan dengan salah satu pendirinya, Elon Musk. Musk, yang mengundurkan diri dari dewan direksi pada 2018, menuduh OpenAI meninggalkan misi nirlaba awalnya setelah menerima dana besar dari Microsoft.
Saat ini, Musk terlibat dalam konflik hukum dengan perusahaan yang ia dirikan. Ia telah mengajukan gugatan untuk memblokir restrukturisasi OpenAI, dan kasus tersebut masih berlanjut. Selain itu, perusahaan AI milik Musk, xAI, juga menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang, tuduhan yang telah dibantah oleh OpenAI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.