BuzzLive Tawarkan Host AI Agar Penjualan Tetap Stabil

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Minggu, 02 November 2025 16:47 WIB
BuzzLive Tawarkan Host AI Agar Penjualan Tetap Stabil

Pendiri Hash Entertainment Asia, Je Radite, Buzzlive Business Lead, Daffa Salman Hafizh, dan Direktur Operasional Hash Entertainment, Fabian di sela-sela acara Hashloween 2025 di Sleman City Hall, Sabtu (1/11/2025).

Harianjogja.com, JOGJA—Untuk mempermudah seller melakukan live commerce, Buzzlive menawarkan layanan host menggunakan Artificial Intelligence (AI) lewat fitur BuzzLive AI. Ini sebuah inovasi yang dilakukan Buzzlive sesuai perkembangan di era digital saat ini.

Fitur BuzzLive AI merupakan hasil kolaborasi antara Hash Entertaintment dengan XMCN Thailand. Dengan pendekatan komunitas, Hash Entertaintment telah menjalin kolaborasi jangka panjang dengan lebih dari 1.000 kreator dan pelaku usaha di Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand.

Menurut Pendiri Hash Entertainment Asia Je Radite, Hash Entertainment Asia meluncurkan BuzzLive AI dengan menghadirkan duta merek virtual dan siaran langsung berbasis avatar.

"Fitur ini menjadi kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan seller dalam siaran langsung dengan durasi yang lama. Mereka bisa menggunakan AI," katanya dalam acara Hashloween 2025, di Sleman City Hall, Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, kehadiran avatar saat siaran langsung dapat menjaga kestabilan performa penjualan. Hal ini bisa dilakukan karena toko-toko online saat live commerce membutuhkan durasi lama. Tujuan lain dari fitur Ai ini, sambung Je, untuk memberikan jeda waktu bagi host beristirahat.

"Karena siaran langsung itu membutuhkan durasi lama tentu para host sendiri akan kelelahan. Dengan bantuan AI host bisa beristirahat namun penonton [calon buyers] masih bisa terhibur sehingga penjualan [sellers] akan naik lagi," paparnya.

Senada dengannya, Direktur Operasional Hash Entertainment Fabian mengatakan secara teknis penggunaan AI dalam live commerce menuntut para host untuk membuat daftar pertanyaan dan jawaban terkait produknya. Selanjutnya, AI terus dilatih untuk menjawab sesuai dengan yang diinginkan.

“Jadi nanti klien akan memberikan seperti deskripsi produk, diskon, cara pembelian, dan sebagainya. Lalu AI akan kami latih untuk mempelajari daftar itu. Ketika siaran langsung, penonton akan mengajukan pertanyaan dan akan dijawab oleh AI sesuai dengan daftar yang sudah disiapkan tadi," jelasnya.

Ditambahkan Buzzlive Business Lead Daffa Salman Hafizh bahwa penggunaan avatar membutuhkan pelatihan terlebih dahulu. Tujuannya agar avatar memberikan performa terbaik saat siaran langsung.

"Sebelum digunakan untuk siaran langsung AI-nya harus diperbanyak latihan. Jika host manusia biasanya butuh waktu persiapan tiga hari, untuk host AI ini butuh setidaknya dua hingga tiga pekan untuk pelatihannya," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online