Tiket Piala Dunia 2026 Bisa Tembus Rp52 Juta, FIFA Dikritik
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Microsoft
Harianjogja.com, JOGJA—Microsoft telah membentuk tim baru di bawah divisi yang mengurus kecerdasan buatan (AI), Microsoft AI. Tim ini dinamakan "MAI Superintelligence Team", yang fokus mengembangkan AI yang lebih humanis dan memiliki kemampuan bernalar seperti manusia.
Proyek ambisius ini digagas oleh pemimpin Microsoft AI sekaligus salah satu pendiri divisi AI Google DeepMind, Mustafa Suleyman. Dalam sebuah blog resmi, Suleyman mengumumkan bahwa tim ini akan mengembangkan AI dengan pendekatan "Humanist Superintelligence" (HSI).
MicrosoftAI mengungkapkan HSI adalah kecerdasan buatan yang dirancang agar dapat melayani kepentingan manusia di satu bidang spesifik, dan bisa bekerja sama dengan manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Konsep ini berbeda dengan Artificial General Intelligence (AGI) yang fokus utamanya adalah menciptakan AI yang dapat menandingi kecerdasan manusia di semua bidang. Menurut Suleyman, HSI adalah AI yang dapat dikendalikan dan tunduk pada manusia, tidak seperti AGI yang bisa melampaui kemampuan manusia seutuhnya.
"Kami memandang HSI sebagai sistem yang berorientasi pada pemecahan masalah dan cenderung bersifat spesifik sesuai bidangnya," ujar Suleyman, dikutip dari MicrosoftAI.
"HSI bukan sistem AI yang bekerja otomatis tanpa batasan, melainkan sebagai AI yang bisa diseuaikan dan dikalibrasi dengan hati-hati, kontekstual, dan memiliki batasan jelas," imbuh Suleyman.
Suleyman memaparkan bahwa HSI akan berguna dalam berbagai proyek sebagai "teman" manusia dalam menyelesaikan permasalahan di dunia nyata. Tiga bidang utama yang menjadi fokus tim ini adalah
- AI Companion. HSI di sini berfungsi sebagai asisten digital pribadi yang membantu pengguna belajar, bekerja, dan berinteraksi secara produktif tanpa menggantikan koneksi manusia.
- Medical Superintelligence. Proyek ini bertujuan menciptakan sistem AI yang mampu melakukan diagnosis medis dengan akurasi tinggi.
- Clean Energy (Energi Bersih): HSI dianggap sebagai AI yang bisa mempercepat riset energi terbarukan dan penemuan material baru.
Untuk memperlancar pengembangan HSI, Microsoft menyiapkan investasi besar, meski nilainya tidak disebutkan. MAI Superintelligence Team akan diperkuat oleh peneliti internal Microsoft serta ilmuwan dari berbagai laboratorium dunia.
Salah satu rekrutan kunci adalah mantan karyawan Google DeepMind, Karen Simonyan, yang ditunjuk Suleyman langsung sebagai Chief Scientist untuk tim tersebut. Sebelum bergabung dengan Microsoft, Karen adalah salah satu pendiri Inflection AI, di mana ia berperan penting dalam pengembangan model bahasa besar Inflection-1.
Dengan tim ini, Suleyman percaya tantangan terbesar pengembangan HSI dapat diatasi: membangun AI yang sepintar manusia tapi tetap bisa dikendalikan.
“AI adalah jalan menuju peradaban yang lebih baik, tapi hanya jika ia melayani manusia. HSI bisa menjadi penemuan terbesar dalam sejarah, asalkan kepentingan manusia tetap menjadi pusatnya,” pungkas Suleyman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Derbi PSIM vs PSS kembali di Liga 1 2026. Wali Kota Jogja ingatkan suporter jaga kondusivitas dan hindari bentrokan.
Penjualan tiket KAI tembus 584 ribu saat long weekend Kenaikan Yesus Kristus 2026. Yogyakarta jadi tujuan favorit wisatawan. Simak data lengkapnya.
Kementan pastikan stok hewan kurban 2026 surplus 891 ribu ekor. Pasokan aman, harga terkendali jelang Iduladha.
Prabowo menyaksikan penyerahan Rp10,27 triliun hasil penertiban kawasan hutan. Dana ini bisa renovasi 5.000 puskesmas.
Perahu nelayan terbalik di Pantai Baru Bantul, satu orang hilang. Tim SAR masih lakukan pencarian di tengah gelombang tinggi.