Tarif Trans Jogja Mulai Rp500, Ini Daftar Rute Aktif 2026
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA—Google tengah gencar membajak talenta Artificial Intelligence (AI), termasuk mantan karyawan dan peneliti dari perusahaan pesaing. Langkah ini bertujuan memperkuat pengembangan model AI mutakhir seperti Gemini dan mengejar dominasi pasar global.
Melansir CNBC, Senin (22/12/2025), sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 20% insinyur perangkat lunak AI yang bergabung ke Google merupakan eks-karyawan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Google juga mencatat lonjakan rekrutmen peneliti AI dari para kompetitor utama.
Kepala Kompensasi Google, John Casey, mengungkapkan bahwa daya tarik utama bagi para talenta untuk kembali adalah kekuatan finansial perusahaan serta infrastruktur komputasi berskala raksasa. Infrastruktur ini merupakan elemen krusial dalam pengembangan model AI tingkat lanjut.
Langkah strategis ini ditempuh Google untuk mengejar ketertinggalan sejak kemunculan ChatGPT. Sebagai respons, perusahaan telah melakukan investasi besar-besaran pada:
- Infrastruktur Komputasi: Mendukung pelatihan model bahasa besar.
- Pengembangan Model Gemini: Fokus pada kemampuan AI multimodal.
- Reformasi Internal: Pemangkasan birokrasi dan pengurangan posisi manajerial agar pengambilan keputusan lebih gesit.
Pasar talenta AI saat ini berada pada level kompetisi yang ekstrem. Perusahaan besar seperti Microsoft, Meta, dan OpenAI dilaporkan aktif membajak talenta dengan penawaran kompensasi yang fantastis.
CEO OpenAI, Sam Altman, bahkan mengungkapkan bahwa Meta pernah menawarkan bonus tanda tangan (signing bonus) mencapai US$100 juta demi menarik satu orang peneliti AI. Meski demikian, Google berhasil mencetak poin penting dengan memulangkan tokoh kunci Noam Shazeer, pendiri Character.AI, pada akhir 2024 lalu.
Tren Boomerang Employees di Industri Teknologi
Fenomena boomerang employees ini tengah meningkat di sektor teknologi informasi. Google memiliki basis kandidat yang luas pasca-pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan induk usahanya, Alphabet, pada awal 2023.
Upaya perbaikan kinerja produk AI ini berdampak positif pada lantai bursa. Saham Alphabet tercatat melesat lebih dari 60% sepanjang tahun 2025.
Keseriusan Google dalam "perang talenta" ini terlihat dari keterlibatan sang pendiri, Sergey Brin. Ia dilaporkan turun tangan langsung menghubungi kandidat potensial secara pribadi. Hal ini menandakan betapa strategis dan intensnya perebutan ahli AI di kancah global saat ini sebagai penentu dominasi teknologi masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Tren Manhattan, Brooklyn, Queens, The Bronx, dan Staten Island versi Jogja viral di TikTok. Simak asal-usul lima borough New York dan pemetaannya di DIY.
India resmi mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026 demi hadapi Brasil. Timnas Indonesia kehilangan lawan di Grup A. India terancam denda Rp439 juta dan cari dua laga u
PSG mengalahkan Aston Villa 2-1 dan menjadi klub ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Super Eropa dua musim beruntun
Rekomendasi 8 HP flagship bekas terbaik 2026 dengan harga turun drastis. Dari Samsung Galaxy S23 Rp6 jutaan hingga iPhone 13 Pro Rp9,5 jutaan. Cek tips membelin
Xavi Hernandez resmi jadi pelatih Timnas Belanda dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Ia sebut dirinya "anak sepak bola Belanda" dan ingin bawa filosofi meny