Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Ilustrasi Starlink.Starlink/SpaceX
Harianjogja.com, JOGJA—Anomali internal diduga menyebabkan satelit Starlink melepaskan puluhan puing dan berputar tak terkendali di orbit rendah Bumi, tepatnya pada ketinggian 418 kilometer, Rabu (17/12/2025).
Melansir dari Reuters, Jumat (19/12/2025), kejadian ini menandai kecelakaan kinetik yang langka bagi konstelasi satelit raksasa tersebut di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit).
"Satelit tersebut sebagian besar masih utuh, namun dalam kondisi berputar-putar. Satelit akan memasuki kembali atmosfer Bumi dan diprediksi hancur sepenuhnya dalam beberapa minggu ke depan," tulis pihak Starlink dalam pernyataan resmi di platform X.
SpaceX menyebut satelit tersebut mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat sejauh 4 kilometer. Muncul dugaan telah terjadi semacam ledakan internal pada perangkat satelit tersebut.
Saat ini, perusahaan milik Elon Musk tersebut tengah bekerja sama dengan Pasukan Luar Angkasa AS (Space Force) dan NASA untuk memantau pergerakan puing-puing yang tercipta, meskipun jumlah pastinya belum dirinci secara detail.
Perusahaan pengawas luar angkasa LeoLabs melaporkan telah mendeteksi puluhan puing dari insiden tersebut dan memprediksi kemungkinan ada fragmen tambahan yang akan teridentifikasi dalam analisis lanjutan. LeoLabs juga menyimpulkan bahwa penurunan ketinggian yang cepat menunjukkan kemungkinan besar kecelakaan disebabkan oleh masalah internal satelit, bukan akibat tabrakan dengan objek luar angkasa lain.
Unit pengawasan antariksa Space Force belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters mengenai jumlah puing yang terdeteksi. Puing-puing semacam ini berpotensi menimbulkan risiko bagi aktivitas satelit lain di orbit rendah Bumi.
Namun, mengingat satelit Starlink tersebut masih relatif utuh dan hanya melepaskan puing dalam jumlah terbatas, skala insiden ini tampak lebih kecil dibandingkan kecelakaan orbit besar lainnya. Sebagai perbandingan, pecahnya satelit Intelsat pernah menghasilkan lebih dari 700 keping puing, dan insiden badan roket China tahun lalu juga menciptakan puing-puing dalam jumlah masif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.