Lonjakan Beli Mobil Listrik di China Jelang Akhir Insentif

Jumali
Jumali Minggu, 09 November 2025 15:37 WIB
Lonjakan Beli Mobil Listrik di China Jelang Akhir Insentif

Mobil listrik Xiaomi. (ANTARA/ mi.com)

Harianjogja.com, JOGJA—Penjualan mobil listrik di China melonjak tajam pada kuartal terakhir 2025. Lonjakan ini dipicu oleh berakhirnya kebijakan pembebasan pajak penuh untuk kendaraan energi baru (NEV) pada 31 Desember 2025, yang akan diganti dengan insentif pajak sebesar 50% mulai 1 Januari 2026.

Berdasarkan laporan Sina Finance, Minggu (9/11/2025), jaringan dealer di berbagai kota melaporkan peningkatan pesanan yang signifikan, bahkan ada yang mencatat kenaikan hingga 60% di atas rata-rata bulanan. Gelombang pembelian besar-besaran ini dimanfaatkan konsumen sebelum insentif pajak dikurangi.

Untuk mengantisipasi dampak transisi kebijakan, sejumlah produsen mobil meluncurkan program "jaminan selisih pajak". Program ini memberikan kompensasi kepada konsumen yang memesan mobil sebelum akhir November 2025, tetapi baru menerima unitnya pada tahun 2026.

Asosiasi Dealer Mobil China menyatakan bahwa perubahan kebijakan ini bukan hanya langkah fiskal, tetapi juga sinyal strategis bagi industri otomotif. Pemerintah China mendorong transformasi pasar kendaraan listrik dari persaingan harga murah menuju kompetisi berbasis nilai dan kualitas produk yang lebih berkelanjutan.

Kebijakan pembebasan pajak penuh yang telah berjalan sejak 2014 dinilai berhasil mendorong adopsi massal mobil listrik di China. Peralihan menuju kebijakan pajak setengah ini menandai dimulainya babak baru dalam evolusi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online