Kata BP Batam Soal Nvidia dan Firmus Bangun Pusat AI Raksasa
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Ilustrasi SPKLU milik PLN./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Inggris resmi mengumumkan kebijakan besar yang mengguncang pasar mobil listrik, setelah anggaran negara terbaru menyiratkan bahwa mobil listrik (EV) maupun Plug-In Hybrid (PHEV) bakal dikenai biaya jalan baru berdasarkan jarak tempuh.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kanselir Inggris itu menjadi penanda pertama bahwa penggunaan kendaraan listrik tak lagi bebas pajak, setelah bertahun-tahun pemerintah mencari skema pengganti pajak bahan bakar di tengah menurunnya penjualan bensin dan diesel.
Dilaporkan Carscoops, Kamis, Inggris kini bersiap menerapkan pajak berbasis jarak tempuh bagi EV, menjadikannya berada dalam kategori penghasil pendapatan yang sama dengan kendaraan bermesin pembakaran internal. Meski demikian, pemerintah tetap mengklaim mendukung transisi menuju transportasi yang lebih bersih.
Bagaimana skemanya?
Pengemudi mobil listrik murni (BEV) akan dikenai biaya 0,40 dolar AS (sekitar Rp6.661) per mil. Sementara pengemudi PHEV dikenai 0,20 dolar AS (sekitar Rp3.330) per mil.
Menurut BBC, pengemudi yang menempuh sekitar 8.500 mil (13.700 km) per tahun diperkirakan membayar sekitar 255 poundsterling (Rp5,6 juta). Jumlah tersebut masih sekitar separuh dari biaya pajak bahan bakar yang dibayarkan pemilik mobil bensin atau diesel untuk jarak yang sama.
Office for Budget Responsibility (OBR) memperkirakan kebijakan tersebut mampu menghasilkan pendapatan 1,1 miliar poundsterling (Rp24,2 triliun) pada tahun pertama, dan nilainya bisa meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun berikutnya, tergantung pertumbuhan penjualan EV.
Namun demikian, sejumlah pihak menilai kebijakan ini justru berpotensi memperlambat adopsi kendaraan listrik.
Kapan berlaku?
Rincian teknis, termasuk metode pencatatan jarak tempuh, masih akan disampaikan kemudian. Namun pemerintah memastikan bahwa sistem pajak berbasis jarak tempuh ini akan mulai diberlakukan pada April 2028. Inggris mengikuti jejak beberapa negara bagian di Amerika Serikat seperti Oregon, serta Selandia Baru, yang lebih dulu menerapkan skema serupa.
Untuk mengurangi dampak kebijakan baru tersebut, pemerintah Inggris juga menaikkan batas harga “tambahan mobil mahal” dalam tarif Vehicle Excise Duty (VED) dari 40.000 poundsterling (Rp880,9 juta) menjadi 50.000 poundsterling (Rp1,1 miliar) mulai April 2026.
Artinya, pemilik kendaraan seperti Tesla Model Y atau Kia EV6 tidak akan terkena beban pajak jalan tambahan dalam waktu dekat.
Pemerintah juga memperpanjang skema hibah EV hingga tahun anggaran 2029–2030. Program tersebut memberi subsidi hingga 3.750 poundsterling (Rp82,57 juta) per unit, dengan alokasi dana sekitar 300 juta poundsterling (Rp6,6 triliun) per tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.