UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Kamis, 13 Agustus 2026 05:27 WIB
UNY Pakai 2 Bus Listrik VKTR, Mobilitas Kampus Makin Ramah Lingkungan

Unit bus listrik VKTR 8 Meter yang diserahkan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk kepada UNY pada Selasa (11/8/2026) ist

Harianjogja.com, JOGJA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mulai memperkuat konsep kampus berkelanjutan melalui penggunaan dua unit bus listrik VKTR 8 Meter. Armada tersebut diserahkan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk kepada UNY pada Selasa (11/8/2026) di lingkungan Kampus UNY.

Penggunaan bus listrik ini menjadi bagian dari upaya UNY menghadirkan sistem transportasi kampus yang lebih modern sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan berbahan bakar fosil. Langkah tersebut juga mempertemukan kebutuhan perguruan tinggi dengan kemampuan industri kendaraan listrik nasional.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk merupakan perusahaan manufaktur kendaraan listrik komersial yang berbasis di Magelang, Jawa Tengah. Kolaborasi dengan UNY menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan kendaraan listrik produksi dalam negeri, tidak hanya untuk transportasi publik dan logistik, tetapi juga untuk mendukung aktivitas di lingkungan pendidikan.

Bus listrik VKTR yang digunakan UNY memiliki panjang 8 meter dengan kapasitas hingga 30 penumpang dalam konfigurasi duduk dan berdiri. Kendaraan tersebut menggunakan sistem penggerak listrik penuh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 270 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Dengan karakteristik tersebut, bus listrik diharapkan dapat mendukung kebutuhan mobilitas sivitas akademika secara lebih efisien. Selain menjadi sarana transportasi, keberadaan bus listrik juga dapat menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai perkembangan teknologi kendaraan listrik dan penerapan transportasi rendah emisi.

Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, mengatakan penggunaan bus listrik oleh UNY menjadi bukti bahwa produk manufaktur dalam negeri memiliki peluang besar untuk menjawab kebutuhan mobilitas berbagai institusi.

Menurut dia, kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan kendaraan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNY Prof. Dr. Sumaryanto mengatakan penggunaan bus listrik merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Ia menyebut pemanfaatan bus listrik tersebut selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDGs 11 mengenai kota dan komunitas berkelanjutan, serta SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim.

“Penggunaan bus listrik VKTR merupakan bagian dari upaya UNY dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau,” kata Sumaryanto.

Menurutnya, kehadiran armada tersebut juga diharapkan memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi sivitas akademika sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor pendidikan.

Libatkan Industri Karoseri Lokal

Dalam proyek bus listrik UNY, VKTR menggandeng Laksana sebagai mitra karoseri. Kolaborasi tersebut memperlihatkan keterlibatan industri nasional dalam rantai produksi kendaraan listrik, mulai dari pembuatan struktur bodi hingga proses perakitan.

Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, mengatakan kerja sama dengan VKTR membuktikan industri karoseri dalam negeri mampu menghasilkan kendaraan listrik yang kompetitif.

Menurut dia, bus untuk UNY diproduksi dengan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi, termasuk pada struktur bodi, sistem kelistrikan, dan proses perakitan akhir.

“Industri karoseri dalam negeri mampu bersaing dengan produk CBU. Standar kualitas dan keamanan kami jaga setara dengan produk impor,” ujarnya.

Kolaborasi VKTR, Laksana, dan UNY sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan, tetapi juga membutuhkan ekosistem industri yang kuat.

Bagi UNY, pemanfaatan bus listrik menjadi langkah konkret untuk menerapkan prinsip keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Sementara bagi industri nasional, proyek tersebut membuka peluang lebih luas untuk memperkenalkan kendaraan listrik produksi dalam negeri kepada berbagai sektor.

VKTR sendiri terus memperluas penerapan kendaraan listrik komersial, mulai dari transportasi publik, logistik, kawasan industri hingga institusi pendidikan.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan kendaraan rendah emisi di Indonesia. Kolaborasi antara industri, perguruan tinggi dan pemerintah dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempercepat terbentuknya ekosistem mobilitas listrik nasional.

Dengan hadirnya dua bus listrik VKTR, UNY tidak hanya menambah pilihan transportasi di kawasan kampus. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi contoh bagaimana teknologi kendaraan listrik dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung agenda kampus hijau dan pembangunan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online