Belanda dan Spanyol Teratas! Ini 5 Tim Paling Sial di Adu Penalti
Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan kini menyamai rekor buruk Spanyol dalam sejarah turnamen.
Menggunakan ponsel saat mengisi daya. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—ByteDance menggandeng sejumlah produsen ponsel besar seperti Vivo dan Lenovo untuk mengembangkan smartphone AI-native dengan fitur AIGC terintegrasi.
Melansir laporan TechNode (31/12/2025), ByteDance dan Vivo dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal dan tengah mendalami detail teknis integrasi. Langkah ini dipandang sebagai upaya ByteDance untuk mengamankan akses langsung ke pengguna, sekaligus mengubah peran AI dari sekadar fitur tambahan menjadi eksekutor utama dalam sistem operasi ponsel.
Strategi ini menandai pergeseran besar di pasar ponsel AI China. Tren kini bergerak dari pengembangan mandiri oleh masing-masing perusahaan menuju pembangunan ekosistem kolaboratif antara raksasa internet dan produsen perangkat keras (hardware).
Dalam skema kerja sama ini, ByteDance dikabarkan akan menghapus biaya pengembangan khusus dan memilih sistem berbagi pendapatan (revenue sharing) dari penjualan token AI. Model bisnis ini memungkinkan produsen ponsel memperoleh pemasukan dari distribusi trafik, layanan berlangganan, serta trafik lanjutan. Meski demikian, pembahasan model ini masih dalam tahap awal.
ByteDance berencana memfokuskan distribusi trafik ke segmen ponsel kelas menengah dengan harga di atas 2.000 yuan atau sekitar Rp4,7 juta. Program ini akan dimulai pada model terbaru dan diperluas ke perangkat lama melalui pembaruan sistem Over-the-Air (OTA). Jika ekosistem ini berhasil menjangkau 150–200 juta perangkat, ByteDance diproyeksikan menjadi pesaing serius di pasar AI global.
Sebagai bagian dari uji coba strategi, ByteDance sebelumnya telah bekerja sama dengan ZTE untuk meluncurkan purwarupa Nubia M153 pada 1 Desember 2025. Ponsel seharga 3.499 yuan tersebut dibekali dengan Doubao, asisten AI internal milik ByteDance, dan diposisikan sebagai smartphone AI-native.
Namun, perangkat ini menghadapi sejumlah tantangan pasca-peluncuran. Beberapa aplikasi besar seperti WeChat dan Taobao dilaporkan membatasi akses asisten Doubao karena alasan keamanan data. Selain itu, asisten AI tersebut dinilai masih memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan eksekusi dan pengolahan konten dinamis secara real-time.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan kini menyamai rekor buruk Spanyol dalam sejarah turnamen.
Brad Bird menolak Ratatouille 2 meski didorong Pixar. Sutradara sebut cerita sudah selesai dan tak ingin dipaksakan.
Gelombang panas ekstrem di Eropa kini jadi ancaman ekonomi serius. Jerman diprediksi menanggung kerugian terbesar hingga 2030.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.