Paket Murah Netflix Bakal Makin Penuh Iklan Mulai 2027

Jumali
Jumali Jum'at, 15 Mei 2026 07:27 WIB
Paket Murah Netflix Bakal Makin Penuh Iklan Mulai 2027

Netflix - ist/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Netflix mulai memperkuat bisnis iklan di platform streaming mereka dengan menambah jumlah slot promosi untuk pelanggan paket berlangganan murah berbasis iklan. Kebijakan baru ini diperkirakan akan berdampak pada pengalaman menonton pengguna, termasuk pelanggan di Indonesia yang akan mulai mendapatkan layanan paket iklan pada 2027.

Pengumuman tersebut disampaikan Netflix dalam acara tahunan Upfront pekan ini. Selain memperbanyak iklan, perusahaan juga mengembangkan sistem iklan personal berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang memanfaatkan data kebiasaan menonton pengguna.

Melalui sistem baru itu, Netflix berencana menampilkan iklan yang dinilai lebih relevan bagi setiap pelanggan. Data riwayat tontonan, genre favorit, hingga pola penggunaan aplikasi akan digunakan untuk menentukan jenis promosi yang muncul di layar pengguna.

Netflix juga mulai mengembangkan personalized ad loads dan frequency caps. Fitur tersebut memungkinkan jumlah iklan yang diterima pelanggan berbeda-beda tergantung intensitas menonton masing-masing akun.

Bagi pengguna yang memilih paket murah demi menghemat biaya langganan, perubahan ini diperkirakan akan membuat pengalaman menonton semakin mirip layanan televisi berbayar dengan jeda komersial yang lebih sering muncul di tengah tayangan.

Presiden Divisi Periklanan Netflix, Amy Reinhard, menyebut pertumbuhan pengguna paket iklan menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan memperluas strategi bisnis tersebut.

“Jika beberapa tahun terakhir adalah tentang membuktikan bahwa kami mampu bertahan, tahun ini adalah tentang menunjukkan bahwa kami menjadi pemain yang sangat kuat,” ujar Amy Reinhard.

Netflix mengungkapkan paket berlangganan berbasis iklan kini telah digunakan lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 94 juta pengguna.

Perusahaan juga menyebut lebih dari 80% pelanggan paket iklan aktif menonton setiap pekan. Pertumbuhan pengguna paket murah itu disebut lebih cepat dibandingkan model langganan reguler tanpa iklan.

Tidak hanya hadir di film dan serial, Netflix juga mulai menyiapkan ekspansi iklan ke format lain seperti podcast serta video vertikal di aplikasi mobile secara global mulai 2027. Langkah ini menunjukkan bahwa iklan akan semakin terintegrasi di berbagai jenis konten dalam aplikasi Netflix.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terkait pemanfaatan data kebiasaan menonton pengguna untuk kebutuhan pengiklan. Hingga kini, Netflix belum menjelaskan secara rinci bagaimana sistem personalisasi iklan tersebut akan diterapkan di setiap negara, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, pengguna yang ingin menikmati tayangan tanpa gangguan iklan kemungkinan harus mempertimbangkan paket premium dengan harga lebih tinggi. Kondisi ini membuat paket murah Netflix diperkirakan akan semakin bergantung pada model bisnis berbasis promosi digital dalam beberapa tahun mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online