Qwen-Image-2.1 Hadir dengan 7 Miliar Parameter, Ini Fitur Unggulannya
Alibaba merilis Qwen-Image-2.1, model AI 7B untuk membuat dan mengedit gambar. Simak fitur 10 referensi, latar transparan, dan penyuntingan lokal.
Instagram - StokCake
Harianjogja.com, JOGJA–Bos Instagram Adam Mosseri mengakui konten buatan manusia dan kecerdasan buatan (AI) akan segera mustahil dibedakan, memunculkan kekhawatiran serius bagi masa depan kreator.
Melalui tulisan di blog resmi perusahaan, Mosseri mengakui bahwa batasan antara karya manusia dan robot kini semakin kabur.
Mosseri menyatakan bahwa kualitas foto, video, hingga audio yang dihasilkan AI saat ini telah mencapai titik kemiripan yang luar biasa. Bahkan, Meta selaku induk perusahaan Instagram mengakui adanya kesulitan teknis yang signifikan dalam mengidentifikasi mana konten asli dan mana yang dihasilkan mesin.
"Semua hal yang membuat kreator memiliki makna—menjadi nyata, menjalin koneksi, dan memiliki suara yang unik—kini bisa direplikasi oleh siapa pun dengan perangkat yang tepat," ujar Mosseri, menggambarkan dilema eksistensial yang dihadapi para kreator asli.
Alih-alih mengusulkan sistem pendeteksi konten AI yang kian canggih, Mosseri justru menyarankan pendekatan yang memicu perdebatan. Ia meyakini langkah paling praktis saat ini bukanlah mendeteksi yang "palsu", melainkan memverifikasi dan menandai konten yang benar-benar "nyata".
"Produsen kamera, misalnya, bisa menandai gambar yang diambil dengan kriptografi, menciptakan rantai kepemilikan yang jelas," jelas Mosseri.
Pernyataan ini diinterpretasikan oleh banyak pihak sebagai upaya Instagram untuk mengalihkan tanggung jawab penanganan banjir konten AI kepada produsen perangkat keras (hardware) dan pihak ketiga lainnya.
Fenomena merebaknya konten sintetis berkualitas rendah, atau yang sering disebut sebagai "AI slop", kini mulai mendominasi lini masa media sosial. Hal ini ironis mengingat fitur-fitur AI generatif justru diluncurkan secara agresif oleh raksasa teknologi, termasuk Meta.
Dengan pendekatan yang diusulkan Mosseri, masa depan kreator manusia di Instagram akan sangat bergantung pada:
- Kemampuan membuktikan keaslian (authenticity): Menggunakan alat verifikasi digital.
- Koneksi manusiawi: Membangun interaksi yang tidak bisa ditiru oleh algoritma.
- Kebijakan Platform: Kemauan Instagram untuk memprioritaskan konten asli di tengah laju konten sintetis yang tak terbendung.
Langkah ini menjadi peringatan bagi para kreator untuk mulai memikirkan cara melindungi hak cipta dan identitas karya mereka sebelum konten robot benar-benar mendominasi ruang digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alibaba merilis Qwen-Image-2.1, model AI 7B untuk membuat dan mengedit gambar. Simak fitur 10 referensi, latar transparan, dan penyuntingan lokal.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Selasa 22 September 2026, dominan berawan. Suhu di DIY diprediksi mencapai 32 derajat Celsius.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 22 September 2026, tersedia di MPP Kulonprogo pukul 08.00-12.00 WIB. Cek syarat lengkapnya.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling dan layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jadwal, jam pelayanan, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja