Cara Aman Beli Mobil Bekas Lewat Lelang, Jangan Asal Bidding
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Instagram - StokCake
Harianjogja.com, JOGJA–Bos Instagram Adam Mosseri mengakui konten buatan manusia dan kecerdasan buatan (AI) akan segera mustahil dibedakan, memunculkan kekhawatiran serius bagi masa depan kreator.
Melalui tulisan di blog resmi perusahaan, Mosseri mengakui bahwa batasan antara karya manusia dan robot kini semakin kabur.
Mosseri menyatakan bahwa kualitas foto, video, hingga audio yang dihasilkan AI saat ini telah mencapai titik kemiripan yang luar biasa. Bahkan, Meta selaku induk perusahaan Instagram mengakui adanya kesulitan teknis yang signifikan dalam mengidentifikasi mana konten asli dan mana yang dihasilkan mesin.
"Semua hal yang membuat kreator memiliki makna—menjadi nyata, menjalin koneksi, dan memiliki suara yang unik—kini bisa direplikasi oleh siapa pun dengan perangkat yang tepat," ujar Mosseri, menggambarkan dilema eksistensial yang dihadapi para kreator asli.
Alih-alih mengusulkan sistem pendeteksi konten AI yang kian canggih, Mosseri justru menyarankan pendekatan yang memicu perdebatan. Ia meyakini langkah paling praktis saat ini bukanlah mendeteksi yang "palsu", melainkan memverifikasi dan menandai konten yang benar-benar "nyata".
"Produsen kamera, misalnya, bisa menandai gambar yang diambil dengan kriptografi, menciptakan rantai kepemilikan yang jelas," jelas Mosseri.
Pernyataan ini diinterpretasikan oleh banyak pihak sebagai upaya Instagram untuk mengalihkan tanggung jawab penanganan banjir konten AI kepada produsen perangkat keras (hardware) dan pihak ketiga lainnya.
Fenomena merebaknya konten sintetis berkualitas rendah, atau yang sering disebut sebagai "AI slop", kini mulai mendominasi lini masa media sosial. Hal ini ironis mengingat fitur-fitur AI generatif justru diluncurkan secara agresif oleh raksasa teknologi, termasuk Meta.
Dengan pendekatan yang diusulkan Mosseri, masa depan kreator manusia di Instagram akan sangat bergantung pada:
- Kemampuan membuktikan keaslian (authenticity): Menggunakan alat verifikasi digital.
- Koneksi manusiawi: Membangun interaksi yang tidak bisa ditiru oleh algoritma.
- Kebijakan Platform: Kemauan Instagram untuk memprioritaskan konten asli di tengah laju konten sintetis yang tak terbendung.
Langkah ini menjadi peringatan bagi para kreator untuk mulai memikirkan cara melindungi hak cipta dan identitas karya mereka sebelum konten robot benar-benar mendominasi ruang digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29% pada kuartal II/2026 didukung konsumsi domestik dan investasi.
DLH Bantul menggelar pelatihan daur ulang sampah di BCE 2026 untuk mengurangi sampah sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Artis sinetron Sali Irsalina melaporkan dugaan penganiayaan oleh kekasihnya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Kasus masih diselidiki.
Bea Cukai Tanjung Priok menggagalkan penyelundupan lima Harley-Davidson bekas dan 20 rangka motor bekas asal China.
Korlantas Polri menerapkan face recognition pada ETLE untuk mengidentifikasi pelanggar meski memakai pelat nomor palsu atau tanpa TNKB.