Perpanjangan SIM Gunungkidul: Dilayani di Saturday Night Service di Pasar Argosari
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Logo Meta. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Meta harus merogoh kocek hingga US$18 miliar atau sekitar Rp318,6 triliun setelah menyelesaikan gugatan terkait dampak Facebook dan Instagram terhadap anak-anak serta remaja di Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut tidak hanya menjadi pukulan finansial bagi pemilik Instagram dan Facebook, tetapi juga berpotensi mengubah cara platform media sosial memperlakukan pengguna di bawah usia 18 tahun.
Kesepakatan yang diumumkan pada pekan ini mengakhiri salah satu perkara besar yang menyoroti dugaan penggunaan fitur media sosial untuk mendorong penggunaan secara berlebihan oleh anak dan remaja.
Gugatan tersebut diajukan oleh koalisi jaksa agung dari berbagai negara bagian AS. Mereka menuduh Meta merancang sejumlah fitur Facebook dan Instagram yang dapat mendorong penggunaan kompulsif, sekaligus dianggap menyesatkan publik mengenai risiko terhadap pengguna muda.
Meta sendiri tidak mengakui kesalahan hukum dalam penyelesaian tersebut.
Namun, perusahaan menyetujui sejumlah perubahan besar pada layanan bagi pengguna remaja. Salah satu ketentuan utamanya adalah penerapan batas penggunaan harian selama dua jam.
Batas tersebut berlaku secara default bagi pengguna di bawah 18 tahun. Remaja hanya dapat menonaktifkannya dengan izin orang tua.
Selain pembatasan durasi, Meta juga akan menerapkan pemblokiran penggunaan pada malam hari. Akses pada rentang tengah malam hingga pukul 06.00 juga akan dibatasi sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan media sosial pada jam tidur.
Fitur Instagram untuk Remaja Diubah
Perubahan tidak hanya menyangkut lamanya waktu penggunaan.
Meta juga diwajibkan memperkuat sistem verifikasi usia untuk mencegah anak-anak mengakses layanan atau konten yang dibatasi berdasarkan umur.
Sejumlah fitur yang berkaitan dengan penampilan dan citra tubuh juga akan dibatasi. Filter riasan ekstrem serta fitur yang menyerupai prosedur kosmetik menjadi bagian dari fitur yang akan dinonaktifkan bagi pengguna muda.
Meta juga akan melakukan perubahan pada notifikasi dan sejumlah fitur lain yang dinilai dapat membuat remaja terus kembali membuka aplikasi.
Langkah tersebut menjadi penting karena selama ini model bisnis platform media sosial sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin.
Dalam perkara ini, pemerintah negara bagian AS menilai perusahaan teknologi harus mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap dampak penggunaan platform terhadap anak-anak.
Jaksa Agung California Rob Bonta menjadi salah satu pejabat yang mendorong penyelesaian tersebut. Ia menegaskan bahwa kesepakatan dengan Meta bukan akhir dari upaya hukum pemerintah terhadap industri media sosial.
California masih menghadapi perkara dengan sejumlah platform lain, termasuk TikTok dan YouTube.
TikTok dan YouTube Ikut Tertekan
Kesepakatan Meta berpotensi memberikan dampak lebih luas karena sebagian nilai penyelesaian dikaitkan dengan respons perusahaan teknologi lain.
Meta menyatakan sekitar 70 persen pembayaran akan dilakukan selama 10 tahun. Sementara itu, sekitar 30 persen sisanya bergantung pada kesediaan pesaing seperti TikTok dan YouTube untuk menerapkan langkah perlindungan serupa terhadap pengguna muda.
Struktur tersebut membuat penyelesaian Meta tidak hanya menjadi urusan satu perusahaan.
TikTok dan YouTube kini menghadapi tekanan untuk menunjukkan bahwa mereka juga bersedia menerapkan pembatasan penggunaan, perlindungan pada malam hari, serta mekanisme verifikasi usia yang lebih ketat.
Jika perusahaan lain mengambil langkah serupa, standar baru perlindungan pengguna muda dapat terbentuk di industri media sosial Amerika Serikat.
Bagi pengguna, perubahan itu dapat terasa langsung. Remaja tidak lagi sepenuhnya bebas menggunakan Instagram dan Facebook tanpa batas waktu seperti sebelumnya.
Orang tua juga memperoleh peran lebih besar karena beberapa pengaturan hanya dapat diubah dengan persetujuan mereka.
Meta Bayar Bertahap
Nilai US$18 miliar atau sekitar Rp318,6 triliun yang banyak diberitakan merupakan gambaran keseluruhan nilai penyelesaian dan pembayaran terkait berbagai perkara.
Dalam kesepakatan utama dengan negara bagian, Meta menyetujui pembayaran hingga sekitar US$16,7 miliar. Sebagian pembayaran lainnya berasal dari penyelesaian perkara terpisah, termasuk persoalan privasi dan gugatan lain yang melibatkan perusahaan.
Reuters melaporkan Meta akan membayar hingga US$18 miliar selama periode sekitar 10 tahun. Besarnya pembayaran membuat perkara tersebut menjadi salah satu penyelesaian hukum terbesar yang pernah dihadapi perusahaan teknologi terkait keselamatan anak di platform digital.
Kesepakatan itu juga memberikan keuntungan strategis bagi Meta karena perusahaan dapat mengakhiri persidangan panjang tanpa harus mengakui tuduhan yang diajukan pemerintah.
Namun, perkara tersebut belum sepenuhnya mengakhiri persoalan hukum yang dihadapi perusahaan.
Sejumlah negara bagian memilih tetap menempuh jalur hukum secara terpisah. New Mexico dan Florida, misalnya, tidak masuk dalam kesepakatan utama tersebut dan masih memiliki posisi hukum masing-masing.
California Lanjut Kejar TikTok
Setelah mencapai kesepakatan dengan Meta, perhatian pemerintah California kini beralih ke platform lain.
Bonta menyatakan negara bagian tersebut akan melanjutkan upaya hukum terhadap TikTok, Snap, dan YouTube.
TikTok sebelumnya telah digugat oleh sejumlah jaksa agung negara bagian AS. Mereka menuduh platform tersebut menggunakan berbagai fitur yang mendorong anak-anak dan remaja menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi.
Dengan demikian, penyelesaian perkara Meta dapat menjadi semacam tolok ukur baru.
Perusahaan media sosial lainnya kemungkinan harus mempertimbangkan apakah mereka akan melakukan perubahan sebelum menghadapi gugatan serupa atau menunggu sampai perkara hukum berkembang lebih jauh.
Era Baru Perlindungan Pengguna Muda
Perkara Meta menunjukkan bahwa persoalan kecanduan media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi perdebatan mengenai kebiasaan pengguna.
Pemerintah mulai menempatkan desain platform, algoritma, notifikasi, pembatasan waktu, dan verifikasi usia sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan teknologi.
Bagi orang tua, perubahan ini berarti kontrol terhadap penggunaan media sosial anak berpotensi semakin besar.
Sementara bagi Meta dan pesaingnya, persoalan tersebut dapat memaksa perubahan terhadap cara mereka mempertahankan perhatian pengguna muda.
Kesepakatan bernilai hingga US$18 miliar itu pada akhirnya bukan hanya soal uang.
Perkara tersebut dapat menjadi titik balik bagi industri media sosial, terutama dalam menentukan seberapa jauh perusahaan teknologi harus bertanggung jawab atas pengalaman anak dan remaja di dunia digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling. Berbagai inovasi layanan disiapkan guna mempermudah masyarakat di wilayah Bumi Handayani dalam mengurus
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.
PSIM Jogja mengungkap kisaran harga jersey Adidas musim 2026/2027. Jersey resmi Laskar Mataram dibanderol sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu dan dijual melalu
Bilal Hasan menang KO atas Nilson Rojas dalam debut UFC Shanghai. Kemenangan ini membuat rekor The IndoNinja menjadi 10-0 dengan delapan KO/TKO.
14 klub tertua di Liga Inggris yang masih aktif: Nottingham Forest (1865), Aston Villa, Chelsea, hingga Newcastle United. Simak sejarah panjang klub-klub legend
Veda Ega Pratama akan start dari posisi ke-22 pada Moto3 Aragon 2026 setelah gagal lolos Q2. David Almansa merebut pole position.