Joan Mir Kehilangan Podium usai Dihukum 16 Detik di Catalunya
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
XPeng G6/Xpeng
Harianjogja.com, JOGJA—Produsen mobil listrik asal China, Xpeng, terseret skandal serius setelah ratusan konsumen menuding perusahaan menghilangkan radar keselamatan pada model Xpeng G6 tanpa pemberitahuan.
Chinacarnews mengungkapkan, kasus ini mencuat setelah investigasi mendalam oleh Economic Information, media yang terafiliasi dengan kantor berita negara, Xinhua.
Skandal ini bermula dari temuan seorang pemilik Xpeng G6 di Beijing bernama Deng. Saat melakukan servis rutin, ia terkejut menemukan bahwa mobil produksi 2023 miliknya tidak dilengkapi dua radar di sudut depan.
Padahal, dalam materi pemasarannya, Xpeng mengeklaim model G6 dibekali 31 sensor ADAS yang mampu memberikan persepsi menyeluruh atau 'God’s-eye view'. Temuan ini memicu keraguan massal mengenai transparansi spesifikasi yang dijanjikan perusahaan kepada konsumen.
Menanggapi pengaduan tersebut, Xpeng berdalih telah melakukan "penyederhanaan perangkat keras" seiring beralihnya sistem mereka ke teknologi berbasis kamera murni, AI Eagle Eye Pure Vision Solution.
Namun, kecurigaan konsumen semakin kuat setelah Xpeng diketahui mengubah buku manual elektronik di aplikasi resminya secara diam-diam. Jumlah radar millimeter-wave yang semula tertulis lima unit, mendadak berubah menjadi tiga unit tanpa adanya pengumuman publik kepada para pemilik kendaraan.
Investigasi menunjukkan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal. Hingga saat ini:
- 159 Pemilik Mobil telah menandatangani surat perlindungan hak konsumen secara kolektif.
- Banyak konsumen mengaku baru menyadari pengurangan komponen tersebut setelah kendaraan mereka masuk ke bengkel untuk perbaikan.
Dalam pernyataan resminya, Xpeng membantah tuduhan penipuan. Mereka mengeklaim bahwa perubahan konfigurasi telah disampaikan melalui kanal resmi perusahaan.
Akan tetapi, para pemilik kendaraan secara tegas menolak klarifikasi tersebut. Mereka menganggap langkah Xpeng tidak transparan dan mencederai kepercayaan konsumen, mengingat radar fisik merupakan komponen keamanan penting yang berbeda fungsinya dengan sistem berbasis kamera murni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.