Cara Aman Beli Mobil Bekas Lewat Lelang, Jangan Asal Bidding
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
TikTok - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Platform media sosial TikTok mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendeteksi dan memblokir akun pengguna berusia di bawah 13 tahun sebagai bagian dari penguatan sistem keamanan anak di ruang digital.
Penerapan sistem kontrol usia berbasis AI ini akan diberlakukan pertama kali di kawasan Eropa. Teknologi tersebut dirancang untuk mengidentifikasi akun anak di bawah umur dengan menganalisis berbagai indikator, mulai dari informasi profil, konten video yang diunggah, hingga pola aktivitas pengguna.
Akun yang terdeteksi oleh sistem penyaringan digital tidak langsung dihapus. TikTok akan melakukan peninjauan lanjutan melalui moderator khusus guna memastikan akurasi sebelum keputusan pemblokiran diambil.
"Di TikTok, kami berkomitmen untuk mencegah anak-anak di bawah usia 13 tahun mengakses platform kami, memberikan pengalaman yang sesuai usia bagi remaja, dan terus mengevaluasi serta menerapkan berbagai solusi," kata TikTok, dikutip dari New York Post, Jumat (16/1/2026).
TikTok menilai pendekatan verifikasi usia berlapis menjadi kunci perlindungan anak dan remaja. Beragam metode digabungkan agar keamanan pengguna dapat dibangun sejak tahap desain platform, tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.
Pengembangan teknologi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Komisi Perlindungan Data Irlandia, sejalan dengan regulasi privasi Eropa yang ketat. Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari program uji coba selama satu tahun di Eropa, yang berujung pada penghapusan ribuan akun pengguna di bawah usia minimum.
Meski demikian, TikTok mengakui keterbatasan teknologi deteksi usia berbasis AI.
"Meskipun telah dilakukan upaya terbaik, hingga saat ini belum ada metode yang disepakati secara global untuk secara efektif memverifikasi usia seseorang tanpa mengorbankan privasinya," ungkap pernyataan platform tersebut.
Bagi pengguna yang merasa akunnya diblokir secara keliru, TikTok menyediakan mekanisme banding. Pengguna dapat mengajukan verifikasi ulang dengan menyertakan identitas resmi pemerintah, otorisasi kartu kredit, atau foto swafoto (selfie) untuk estimasi usia.
Peluncuran sistem ini bertepatan dengan tren global pengetatan regulasi media sosial bagi anak dan remaja. Sejumlah penelitian menunjukkan paparan konten berbahaya—seperti terkait bunuh diri dan gangguan makan—dapat meningkatkan risiko depresi serta kecemasan pada anak-anak.
Pada 2025, Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Kebijakan ini mendorong Meta menghapus 544.052 akun yang diduga milik anak di bawah 16 tahun di Instagram, Facebook, dan Threads dalam rentang 4–11 Desember setelah aturan diberlakukan.
"Kami mendesak pemerintah Australia untuk bekerja sama secara konstruktif dengan industri untuk menemukan solusi yang lebih baik," ujar perwakilan Meta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Hujan deras memicu banjir di Provinsi Shaanxi, China. Sebanyak 115.756 warga dievakuasi, sementara ancaman longsor dan cuaca ekstrem masih berlanjut.
Seorang pekerja menjadi korban begal bersenjata tajam di Pakem, Sleman. Pelaku membawa kabur motor, ponsel, dan dompet korban.
Tahapan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Bantul 2026 masih menghadapi dinamika jumlah bakal calon.
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
AS mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Namun, Iran membantah telah tercapai kesepakatan.