5 Negara Termiskin di Dunia 2026, Ada yang 90 Persen Warganya Miskin
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Foto ilustrasi Youtube. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan aturan Perlindungan Pengguna Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas) mulai Sabtu (28/3/2026), yang salah satunya membatasi akses digital anak di bawah usia 16 tahun terhadap sejumlah platform populer, termasuk YouTube. Kebijakan ini menjadi langkah serius dalam memperkuat perlindungan anak di ruang siber.
Aturan tersebut menargetkan delapan aplikasi digital yang dinilai berpotensi membawa risiko bagi anak jika tidak diawasi dengan ketat. Namun, di tengah kebijakan ini, pihak YouTube Indonesia justru mengingatkan adanya potensi dampak negatif jika pembatasan dilakukan secara menyeluruh tanpa pendekatan yang lebih fleksibel.
Seusai mempelajari draf regulasi, YouTube menilai kebijakan ideal seharusnya mempertimbangkan perbedaan usia dan tahap perkembangan anak. Mereka khawatir, jika akses atau akun anak di bawah 16 tahun dihapus total, justru akan menghilangkan lapisan perlindungan digital yang selama ini sudah tersedia di platform tersebut.
Melalui blog resmi Google, tim YouTube Indonesia menyampaikan pandangannya.
"Menghapus akun pengguna di bawah 16 tahun secara menyeluruh berisiko menciptakan kesenjangan pengetahuan, serta menghalangi hak siswa di desa-desa terpencil untuk mendapatkan kesetaraan akses belajar," tulis mereka pada Kamis (26/3/2026).
YouTube Tawarkan Solusi Alternatif
Alih-alih pelarangan total, YouTube mengusulkan pendekatan berbasis pengawasan orang tua dengan memaksimalkan fitur keamanan yang sudah tersedia. Beberapa fitur tersebut antara lain:
Pendekatan ini dinilai lebih adaptif karena tetap memberikan perlindungan tanpa menutup akses anak terhadap konten edukatif.
Dampak ke Dunia Pendidikan Jadi Sorotan
Salah satu kekhawatiran terbesar muncul pada sektor pendidikan. YouTube selama ini telah menjadi sumber belajar penting, terutama dalam pembelajaran informal.
Berdasarkan data yang disampaikan, sekitar 96 persen guru telah memanfaatkan konten YouTube sebagai bagian dari proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan peran platform digital dalam memperluas akses pendidikan, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber belajar.
Seusai kebijakan ini diterapkan, tantangan besar akan dihadapi orang tua dan pendidik dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan akses informasi. YouTube pun mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog agar kebijakan yang dihasilkan lebih kontekstual dan berbasis risiko.
Ke depan, publik akan menyoroti bagaimana implementasi PP Tunas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap kreator konten edukasi serta ekosistem digital di Indonesia. Orang tua juga diimbau untuk memahami fitur pengawasan seperti Family Link agar keamanan digital anak tetap terjaga tanpa menghambat proses belajar mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Hujan deras memicu banjir di Provinsi Shaanxi, China. Sebanyak 115.756 warga dievakuasi, sementara ancaman longsor dan cuaca ekstrem masih berlanjut.
Seorang pekerja menjadi korban begal bersenjata tajam di Pakem, Sleman. Pelaku membawa kabur motor, ponsel, dan dompet korban.
Tahapan Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak Bantul 2026 masih menghadapi dinamika jumlah bakal calon.
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
AS mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Namun, Iran membantah telah tercapai kesepakatan.