Messi Didenda MLS Usai Tampar Leher Pemain Philadelphia Union
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Foto ilustrasi Youtube. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Bagi orang tua yang mengandalkan YouTube Kids sebagai platform aman untuk buah hati, kabar terbaru dari Amerika Serikat ini patut diwaspadai. Ratusan dokter spesialis anak, psikiater, hingga organisasi advokasi baru saja melayangkan protes keras kepada CEO Google Sundar Pichai dan CEO YouTube Neal Mohan.
Mereka menuntut tindakan nyata terhadap maraknya konten buatan kecerdasan buatan (AI) bermutu rendah atau yang dikenal sebagai "AI Slop". Seusai surat protes yang diprakarsai kelompok Fairplay ini dirilis, terungkap bahwa lebih dari 200 organisasi, termasuk American Federation of Teachers, ikut mendesak perlindungan mental anak dari algoritma yang agresif.
Apa Itu AI Slop dan Mengapa Berbahaya?
Istilah "AI Slop" merujuk pada video berbiaya rendah yang diproduksi massal oleh mesin tanpa nilai edukasi. Konten ini dirancang dengan warna mencolok dan musik riang hanya untuk membajak perhatian anak-anak.
"AI Slop ini membahayakan perkembangan anak dengan mengaburkan pemahaman mereka tentang realitas dan membajak perhatian mereka," demikian bunyi surat tersebut yang dikutip Mashable, Minggu (5/4/2026).
Seusai melakukan penelitian, para pakar menemukan bahwa algoritma YouTube secara agresif merekomendasikan video dengan alur cerita kacau ini, yang dikhawatirkan merusak rentang perhatian serta perkembangan bahasa balita.
Enam Tuntutan Tegas untuk YouTube
Sebagai langkah penyelamatan, para pakar mengajukan enam poin tuntutan utama, di antaranya:
Tanggapan YouTube dan Kontroversi Investasi
Juru bicara YouTube, Boot Bullwinkle, menyatakan bahwa pihaknya telah memiliki standar tinggi dan memprioritaskan transparansi label AI. Namun, Fairplay menilai kebijakan tersebut tidak efektif karena banyak anak kecil belum bisa membaca label.
Kekecewaan pakar memuncak seusai terungkap fakta bahwa Google justru menginvestasikan 1 juta dolar AS ke Animaj, sebuah studio animasi AI asal Paris. Langkah ini dianggap munafik karena di satu sisi YouTube berjanji memberantas "AI Slop", namun di sisi lain mereka mendanai produsen konten serupa.
Seusai munculnya putusan pengadilan di California mengenai kecanduan media sosial, desakan ini menjadi panggilan bagi para orang tua untuk lebih proaktif. Keamanan digital anak kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan di tengah gempuran konten mesin yang manipulatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lionel Messi didenda MLS setelah menampar bagian belakang leher Quinn Sullivan dalam laga Inter Miami vs Philadelphia Union.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.
Rencana regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran ditolak warga. Disdikpora Kulonprogo akan meninjau ulang kebijakan tersebut.
GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta berharap aksi solidaritas tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik dari sektor swasta maupun masyarakat luas
Apindo dan buruh menyebut sebagian besar substansi RUU Ketenagakerjaan telah selaras dan mendorong aturan yang menciptakan lapangan kerja.
KPK memanggil tujuh saksi kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa Pemkab Muara Enim untuk diperiksa di Polres Ngawi.