Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 13 Mei 2026
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling 13 Mei 2026. Jadwal lengkap dan lokasi.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Afrika Selatan menarik draf Kebijakan AI Nasional setelah ditemukan referensi ilmiah palsu yang diduga berasal dari hasil “halusinasi” kecerdasan buatan. Temuan ini langsung menggugurkan keabsahan dokumen yang sebelumnya sudah diedarkan ke publik untuk uji tanggapan.
Perkembangan terbaru menunjukkan setidaknya enam dari 67 jurnal yang tercantum dalam daftar rujukan tidak pernah ada. Fakta ini memicu evaluasi menyeluruh dan memaksa pemerintah menyusun ulang draf dari awal.
Menteri Komunikasi Afrika Selatan, Solly Malatsi, mengonfirmasi penarikan dokumen tersebut. Ia menilai kesalahan ini tidak bisa ditoleransi, terutama karena menyangkut regulasi strategis yang akan menjadi dasar pengembangan teknologi nasional.
“Saya ingin meyakinkan seluruh negeri bahwa kami menangani masalah ini dengan keseriusan yang semestinya. Akan ada sanksi bagi pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya dikutip dari TechSpot, Selasa (5/5/2026).
Insiden ini menyoroti lemahnya proses verifikasi manusia dalam penyusunan dokumen penting. Draf yang seharusnya menjadi landasan hukum justru disusun dengan bantuan AI tanpa pemeriksaan ketat, sehingga menghasilkan rujukan fiktif.
Padahal, rancangan kebijakan tersebut memuat berbagai agenda strategis, termasuk pengembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence dan penerapan model bahasa besar atau Large Language Model di sektor publik.
Dokumen itu juga merancang pembentukan sejumlah lembaga baru, mulai dari komisi pengawas hingga dewan etik untuk memastikan penggunaan AI berjalan secara bertanggung jawab. Selain itu, pemerintah berencana mendorong adopsi teknologi melalui insentif seperti subsidi dan keringanan pajak.
Namun, seluruh rencana tersebut kini tertunda akibat kesalahan mendasar: tidak adanya validasi sumber sebelum dokumen dipublikasikan. Pemerintah memastikan versi revisi akan disusun dengan pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menjadi peringatan global tentang risiko penggunaan AI tanpa kontrol manusia. Sejumlah organisasi besar sebelumnya juga mengalami masalah serupa. Perusahaan konsultan Deloitte dilaporkan pernah tersandung kasus referensi palsu dalam laporan berbasis AI. Di sektor hukum Amerika Serikat, beberapa pengacara bahkan dijatuhi sanksi karena mengutip preseden fiktif dari AI dalam dokumen resmi.
Insiden di Afrika Selatan menegaskan satu hal penting: teknologi AI memang canggih, tetapi tetap membutuhkan verifikasi manusia agar tidak menimbulkan kesalahan fatal dalam pengambilan kebijakan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling 13 Mei 2026. Jadwal lengkap dan lokasi.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.