KRL Bogor-Jakarta Gangguan, Ini Rute Transjakarta yang Dikerahkan
Transjakarta mengerahkan armada bantuan untuk dua rute guna melayani penumpang terdampak gangguan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota
Honda e:Ny1/InsideEvs.com
Harianjogja.com, JAKARTA — Raksasa otomotif Jepang Honda Motor Co. mencatat sejarah kelam dengan membukukan kerugian tahunan pertama sejak resmi melantai di bursa saham pada 1957. Kerugian ini dipicu tingginya biaya restrukturisasi bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang terus membengkak.
Dalam laporan tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, Honda mencatat rugi operasional sebesar 414,3 miliar yen atau sekitar Rp45,9 triliun. Padahal pada periode sebelumnya, perusahaan masih membukukan laba sekitar 1,2 triliun yen atau setara Rp133 triliun.
Beban EV Membengkak
Tekanan terbesar datang dari bisnis kendaraan listrik. Honda mencatat kerugian terkait EV mencapai 1,45 triliun yen atau sekitar Rp160,8 triliun sepanjang tahun fiskal tersebut.
Perusahaan juga memperkirakan masih harus menanggung tambahan biaya sekitar 500 miliar yen (±Rp55 triliun) pada tahun fiskal berikutnya untuk penyesuaian strategi EV global.
Meski demikian, Honda tetap menargetkan pemulihan kinerja dengan proyeksi laba operasional sekitar 500 miliar yen tahun ini. Optimisme tersebut ditopang efisiensi biaya serta performa kuat bisnis sepeda motor yang masih menjadi tulang punggung perusahaan.
Strategi Baru: Koreksi Target EV Global
CEO Toshihiro Mibe menegaskan bahwa perusahaan kini melakukan revisi besar terhadap strategi elektrifikasi.
Honda resmi membatalkan target ambisius menjadikan kendaraan listrik sebagai 20% dari total penjualan mobil pada 2030. Selain itu, rencana transisi penuh ke kendaraan listrik dan fuel cell pada 2040 juga ditinggalkan.
Langkah ini menandai perubahan arah besar Honda di tengah persaingan global industri otomotif yang semakin ketat, terutama dengan dominasi produsen EV asal Tiongkok dan Amerika Serikat.
Proyek Kanada Ditunda
Sebagai bagian dari efisiensi, Honda juga menunda proyek investasi kendaraan listrik di Kanada senilai 9 miliar euro atau sekitar Rp183 triliun. Proyek tersebut sebelumnya dirancang untuk membangun ekosistem produksi EV dan baterai secara terintegrasi di Amerika Utara.
Penundaan ini menegaskan bahwa Honda kini lebih berhati-hati dalam ekspansi EV dan memilih pendekatan bertahap.
Tren Industri Otomotif Global
Tekanan yang dialami Honda mencerminkan tantangan besar industri otomotif global dalam transisi ke kendaraan listrik. Biaya produksi baterai, infrastruktur, hingga persaingan harga menjadi faktor utama yang menekan margin keuntungan.
Meski begitu, Honda masih mempertahankan investasi di sektor elektrifikasi, namun dengan pendekatan lebih fleksibel dan berbasis permintaan pasar.
Dengan kondisi ini, tahun 2026 menjadi fase krusial bagi Honda untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dan stabilitas finansial di tengah perubahan besar industri otomotif dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Transjakarta mengerahkan armada bantuan untuk dua rute guna melayani penumpang terdampak gangguan Commuter Line Bogor-Jakarta Kota
Wapres Gibran meninjau pengungsi gempa Sikka, NTT, dan meminta bantuan menjangkau seluruh warga, termasuk kelompok rentan di wilayah terpencil.
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyiapkan enam helikopter ambulans udara untuk menangani pasien gawat darurat di daerah terisolasi dan wilayah 3T.
Kementerian Haji dan Umrah menyerahkan 34 kasus haji dan umrah ke Bareskrim Polri. Sebanyak 137 laporan tercatat dalam register aduan.