Metode Wawancara Psikiatri Masih Standar, tetapi Punya Keterbatasan
Studi di JAMA Network Open menemukan wawancara diagnostik gangguan mental masih memiliki tingkat keandalan yang bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten.
Berkendara sepeda motor / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Honda tengah mengembangkan teknologi kopling virtual yang membuat motor listrik masa depan tetap memberikan sensasi berkendara seperti motor bensin manual.
Dilansir dari Rushlane, terungkap dokumen paten yang beredar, Honda mengusung teknologi yang disebut pseudo-clutch mechanism atau kopling semu. Sistem ini memungkinkan pengendara tetap menggunakan tuas kopling di setang kiri, seperti pada motor manual pada umumnya.
Meski tidak terhubung secara mekanis, tuas tersebut akan memberikan simulasi titik gigit kopling, resistensi, hingga efek selip layaknya mesin bensin. Saat pengendara membuka gas dan menarik kopling, motor listrik akan merespons seolah-olah sedang terjadi perpindahan tenaga pada mesin pembakaran internal.
Dengan cara ini, pengalaman berkendara motor listrik tetap terasa “hidup” bagi Anda yang terbiasa dengan motor manual.
Tidak hanya kopling, Honda juga menambahkan konsep virtual flywheel untuk menciptakan sensasi inersia seperti mesin bensin. Teknologi ini membuat motor tetap memiliki karakter putaran yang terasa bertahap, bukan instan seperti motor listrik pada umumnya.
Selain itu, Honda turut menyematkan aktuator getaran di beberapa bagian motor, seperti setang dan tuas kopling. Komponen ini akan menghasilkan getaran buatan yang menyerupai mesin bensin saat idle maupun akselerasi.
Hasilnya, motor listrik tidak lagi terasa terlalu senyap, melainkan memiliki “karakter” seperti motor konvensional yang selama ini dianggap memberi sensasi emosional saat dikendarai.
Teknologi ini disebut akan difokuskan pada segmen motor off-road listrik, termasuk proyek Honda CR Electric Proto yang sebelumnya telah diperkenalkan.
Menurut Honda, kontrol kopling manual masih sangat penting dalam penggunaan motocross dan enduro, terutama saat menghadapi medan ekstrem seperti tanjakan curam atau lintasan berbatu.
Dengan sistem ini, pengendara tetap bisa mengatur traksi dan tenaga secara presisi, meski menggunakan motor listrik.
Sebelumnya, Honda juga telah memperkenalkan teknologi E-Clutch yang memudahkan perpindahan gigi tanpa menarik kopling secara manual. Namun, inovasi terbaru ini memiliki tujuan berbeda: bukan sekadar memudahkan, melainkan menghadirkan kembali sensasi emosional berkendara.
Dengan pendekatan ini, motor listrik Honda di masa depan berpotensi menawarkan dua pengalaman berbeda: mode halus dan senyap khas EV, serta mode simulasi motor bensin yang lebih “hidup”.
Bagi Anda yang belum siap meninggalkan sensasi motor manual, inovasi ini seolah menjadi jembatan transisi menuju era elektrifikasi tanpa kehilangan rasa berkendara yang selama ini melekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi di JAMA Network Open menemukan wawancara diagnostik gangguan mental masih memiliki tingkat keandalan yang bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten.
Piala Dunia 2026 resmi bergulir pekan ini. Laga pembuka mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, sekaligus menandai dimulainya
Pencurian uang kotak infak Masjid Sholihin Karangkajen, Jogja, berakhir damai melalui restorative justice setelah pelaku mengambil Rp5.000 dan dimaafkan.
Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal resmi dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Simak profil dan rek
Pemerintah Inggris memberi ultimatum kepada Apple dan Google untuk memblokir konten telanjang pada perangkat anak-anak. Perusahaan diberi waktu tiga bulan.
KAI menyiapkan 1,17 juta kursi selama libur sekolah 2026. Program diskon tiket kereta ekonomi 30% telah mendorong penjualan lebih dari 86 ribu tiket.