Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Ogasawara, Jepang. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Taksi terbang Govy Aircab dan sebuah robot dipamerkan pada International Automotive and Supply Chain Expo Hong Kong,12 Juni 2025. (ANTARA/X-GAC_MOTOR)
Harianjogja.com, CHINA—Raksasa otomotif asal Tiongkok, Guangzhou Automobile Group (GAC), resmi memperluas bisnisnya ke sektor penerbangan dengan memulai produksi pesawat listrik vertical take-off and landing (eVTOL) bernama AirCab. Langkah ini menandai ambisi baru GAC dalam mengembangkan ekosistem mobilitas masa depan yang terintegrasi.
Dilansir dari Carscoops, produksi AirCab dilakukan dalam jumlah terbatas, yakni sekitar 100 unit per tahun, melalui sub-brand mobilitas udara mereka, Govy. Meski diproduksi terbatas, AirCab bukan sekadar konsep, melainkan sudah siap digunakan secara komersial.
Pesawat ini disebut telah mengantongi seluruh sertifikasi yang dibutuhkan serta berhasil melewati uji keselamatan, termasuk uji tabrak penuh. Hal ini menempatkan AirCab sebagai salah satu eVTOL yang sudah berada pada tahap implementasi nyata, bukan lagi sekadar prototipe seperti kebanyakan pesaingnya.
Secara desain, AirCab mengusung bodi berbahan komposit serat karbon yang ringan namun kuat. Struktur pesawat dilengkapi enam lengan yang menopang masing-masing dua baling-baling, sehingga total terdapat 12 rotor yang berfungsi menghasilkan daya angkat dan stabilitas saat terbang.
Dari sisi teknologi, AirCab menggunakan baterai silinder berdensitas tinggi yang memungkinkan pengisian daya penuh hanya dalam waktu sekitar 25 menit. Meski belum diungkap secara rinci, jarak tempuh pesawat ini diperkirakan masih terbatas, sehingga lebih cocok untuk perjalanan jarak pendek.
Berbeda dengan sejumlah perusahaan lain yang mengincar mobilitas massal, GAC justru memulai dari segmen yang lebih spesifik. AirCab diproyeksikan untuk kebutuhan pariwisata premium, seperti wisata udara di kawasan destinasi populer.
Sebelumnya, GAC telah melakukan serangkaian uji coba penerbangan di Kawasan Teluk Besar Guangdong–Hong Kong–Makau. Hasil uji coba tersebut menunjukkan potensi besar penggunaan eVTOL untuk layanan wisata eksklusif.
Menariknya, AirCab sudah dilengkapi teknologi penerbangan otonom Level 4. Artinya, pesawat ini mampu terbang dan bernavigasi secara mandiri tanpa memerlukan pilot di dalamnya, meski tetap berada dalam pengawasan sistem.
Dari sisi harga, AirCab dibanderol mulai 1,68 juta yuan atau sekitar Rp4,5 miliar per unit. Dengan harga tersebut, pasar utamanya diperkirakan terbatas pada operator wisata kelas atas atau perusahaan layanan premium.
Ke depan, kehadiran AirCab menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di sektor mobilitas udara semakin nyata. Selain GAC, sejumlah perusahaan global seperti Joby Aviation dan EHang juga tengah mengembangkan teknologi serupa untuk membuka era baru transportasi berbasis udara yang lebih cepat dan efisien.
Dengan kombinasi teknologi listrik, sistem otonom, dan desain futuristik, AirCab berpotensi menjadi salah satu pionir dalam layanan transportasi udara jarak pendek, khususnya di sektor pariwisata mewah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,0 mengguncang Kepulauan Ogasawara, Jepang. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
Sebanyak 32.214 bikers Honda dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2026.
PT Mikatasa Agung menggelar kopdar Lem Rajawali bersama pengrajin sofa di Jogja untuk mempererat hubungan pelanggan dan menyerap masukan pengembangan produk.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Penembakan dekat Stadion Bragg Memorial di Florida menyebabkan sejumlah korban. Polisi menyelidiki insiden dan jumlah korban belum dipastikan.
Veda Pratama menghormati pembatalan Moto3 Australia 2026 akibat cuaca buruk meski telah meraih pole position di Phillip Island.