Pinterest Gandeng Amazon, Kreator Kini Lebih Mudah Raup Komisi

Jumali
Jumali Kamis, 11 Juni 2026 13:27 WIB
Pinterest Gandeng Amazon, Kreator Kini Lebih Mudah Raup Komisi

Logo Pinterest/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Platform berbagi inspirasi visual Pinterest memperluas kemitraannya dengan Amazon melalui integrasi fitur Amazon Storefronts. Langkah ini memungkinkan kreator memperoleh pendapatan dari tautan afiliasi yang terhubung langsung dengan produk-produk yang mereka rekomendasikan kepada pengikut.

Melalui fitur terbaru tersebut, kreator dapat menghubungkan Amazon Storefront ke akun Pinterest mereka. Setelah proses integrasi selesai, tautan afiliasi akan secara otomatis diterapkan pada produk Amazon yang memenuhi syarat dan ditandai dalam konten kreator.

Tidak hanya itu, Amazon Storefront juga dapat ditampilkan langsung pada profil kreator. Fitur ini memungkinkan pengikut melihat seluruh rekomendasi produk yang dikurasi kreator tanpa harus membuka satu per satu Pin atau Board tertentu.

Dilansir dari Tech Crunch, Kamis (11/6/2026), langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pinterest untuk memperkuat daya tarik platform bagi kreator konten yang selama ini mengembangkan bisnis afiliasi di berbagai platform media sosial dan video.

Pinterest menyebut lebih dari separuh penggunanya memanfaatkan platform untuk mencari dan membeli produk. Selain itu, perusahaan mencatat lebih dari 80 miliar pencarian setiap bulan, yang menunjukkan tingginya aktivitas penelusuran dan belanja dalam ekosistemnya.

Perkuat Bisnis Iklan dan Belanja

Kerja sama terbaru ini mempererat hubungan kedua perusahaan yang sebelumnya telah menjalin kemitraan periklanan multi-tahun pada 2023. Saat itu, Amazon menjadi mitra iklan pihak ketiga pertama yang terintegrasi dengan Pinterest.

Setahun kemudian, Pinterest juga memperluas strategi monetisasi melalui kerja sama periklanan dengan Google, sebagai upaya meningkatkan pendapatan dari sektor iklan digital.

Dengan hadirnya Amazon Storefronts, Pinterest berharap dapat meningkatkan peluang monetisasi bagi kreator sekaligus memperkuat posisinya sebagai platform inspirasi yang terhubung langsung dengan aktivitas belanja pengguna.

Tantangan Konten AI

Di tengah pengembangan fitur belanja, Pinterest juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya jumlah konten yang dihasilkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pengguna mengeluhkan maraknya konten AI yang dianggap mengurangi kualitas pengalaman mencari inspirasi di platform tersebut. Keluhan tersebut muncul karena sebagian konten tidak diberi label secara jelas sehingga sulit dibedakan dari karya buatan manusia.

Sebagai respons, Pinterest telah meluncurkan sejumlah fitur dan alat baru untuk meningkatkan transparansi konten. Namun, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam memastikan seluruh konten AI dapat teridentifikasi dengan baik.

Melalui integrasi Amazon Storefronts, Pinterest berharap dapat memperkuat kembali identitasnya sebagai destinasi inspirasi dan belanja yang bertumpu pada rekomendasi autentik dari kreator serta komunitas pengguna.

Perusahaan juga mengisyaratkan bahwa dukungan untuk tautan toko daring dari mitra lain akan segera hadir dalam waktu dekat guna memperluas peluang monetisasi kreator.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online