Selain WhatsApp, Ini Cara Mudah Kirim Foto dan Gambar
WhatsApp tidak bisa kirim foto? Gunakan Telegram, Google Drive, atau Gmail sebagai alternatif untuk berbagi gambar dan dokumen dengan cepat dan aman.
Foto ilustrasi mengisi daya ponsel di Kereta Api. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence
Harianjogja.com, JOGJA— Pengguna ponsel Samsung Galaxy yang sering mengeluhkan baterai cepat menurun atau “drop” perlu mulai memperhatikan kebiasaan pengisian daya. Mengisi baterai hingga 100 persen secara rutin ternyata dapat mempercepat penuaan kimia baterai, yang berdampak pada penurunan kapasitas dalam jangka panjang.
Secara umum, baterai ponsel bekerja dengan menyimpan energi listrik dalam bentuk energi kimia yang kemudian dilepaskan saat perangkat digunakan. Proses ini melibatkan pergerakan elektron di dalam sel baterai. Kebiasaan mengisi daya hingga penuh atau membiarkannya habis total secara berulang dapat meningkatkan “stres” pada komponen baterai, sehingga mempercepat degradasi. Karena itu, banyak produsen seperti Samsung dan Apple kini menghadirkan sistem manajemen pengisian daya untuk menjaga umur baterai lebih panjang.
Para ahli merekomendasikan menjaga level pengisian di kisaran 80–85 persen untuk memperlambat penurunan kapasitas baterai. Dengan membatasi pengisian, tekanan pada sel baterai dapat dikurangi sehingga daya tahan perangkat lebih optimal dalam jangka panjang.
Khusus pada perangkat Samsung Galaxy, terdapat dua fitur utama yang dapat membantu pengguna menjaga kesehatan baterai. Pertama adalah fitur Perlindungan Baterai (Battery Protection) yang dapat secara otomatis menghentikan pengisian daya saat baterai mencapai 80 persen.
Untuk mengaktifkannya, pengguna dapat membuka menu Pengaturan, memilih Baterai, lalu masuk ke opsi Perlindungan Baterai dan memilih mode Maksimum. Dengan fitur ini, proses pengisian akan berhenti otomatis di batas aman tanpa perlu pengawasan terus-menerus.
Selain itu, pengguna juga bisa mengatur pengingat melalui fitur Modes and Routines. Dengan fitur ini, ponsel dapat memberikan notifikasi saat baterai mencapai 80 persen sehingga pengguna bisa mencabut charger secara manual. Pengaturan ini memungkinkan fleksibilitas bagi pengguna yang sesekali ingin mengisi daya lebih tinggi, tetapi tetap ingin menjaga kebiasaan pengisian yang sehat.
Selain pengaturan perangkat, ada sejumlah kebiasaan yang juga berpengaruh pada umur baterai. Menghindari suhu ekstrem menjadi salah satu faktor penting karena panas berlebih dapat mempercepat kerusakan sel baterai. Penggunaan charger original juga disarankan untuk memastikan arus listrik yang stabil dan aman bagi perangkat.
Selain itu, menghindari pengosongan baterai hingga 0 persen serta mengisi ulang saat berada di kisaran 20 persen dinilai lebih ideal untuk menjaga stabilitas baterai. Beberapa pengguna juga melakukan kalibrasi baterai secara berkala agar indikator daya tetap akurat.
Dengan kombinasi fitur bawaan dan kebiasaan pengisian yang tepat, pengguna Samsung Galaxy dapat memperpanjang usia baterai sekaligus menjaga performa perangkat tetap optimal dalam penggunaan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WhatsApp tidak bisa kirim foto? Gunakan Telegram, Google Drive, atau Gmail sebagai alternatif untuk berbagi gambar dan dokumen dengan cepat dan aman.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
FK-KMK UGM menggelar PIONIR Morfogenesis 2026 dengan pendekatan humanis, tanpa perploncoan, untuk menyambut 553 mahasiswa baru.
Ceuta meminta pemerintah Spanyol memindahkan 1.100 anak migran tanpa pendamping setelah gelombang 72.000 migran membuat penampungan penuh.
Riset metabolit psoriasis kulit kepala dimulai di Jogja. Paragon dan Corpora Science menargetkan terapi yang lebih efektif bagi pasien Indonesia.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan perekaman SPG GIIAS tanpa izin merupakan pelanggaran hukum dan berpotensi melanggar sejumlah undang-undang.