Kesepakatan Apple Intel Guncang Pasar Saham dan Industri Chip

Jumali
Jumali Senin, 22 Juni 2026 09:17 WIB
Kesepakatan Apple Intel Guncang Pasar Saham dan Industri Chip

Donald Trump - Antara

Harianjogja.com, JOGJA—Pasar saham bergerak tajam setelah kabar kerja sama antara Apple dan Intel dalam produksi chip di Amerika Serikat mencuat ke publik. Saham Intel tercatat melonjak hingga 10 persen hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman yang disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social.

The Independent mengungkapkan, dalam unggahannya pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat, Trump menyebut bahwa Apple telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan terkait kesepakatan tersebut.

Meski demikian, pasar merespons cepat kabar tersebut dengan aksi beli besar-besaran terhadap saham Intel, yang langsung mengangkat kapitalisasi pasar perusahaan itu secara signifikan.

Intel 18A jadi tumpuan kebangkitan

Di balik sentimen pasar tersebut, Intel tengah mengembangkan teknologi manufaktur generasi terbaru bernama Intel 18A, yang disebut-sebut sebagai kunci untuk mengejar ketertinggalan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Teknologi ini telah memasuki tahap produksi awal dan diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam menarik klien besar, termasuk Apple, yang selama ini sangat bergantung pada TSMC untuk produksi chip perangkat iPhone dan Mac.

Sejumlah laporan analis menyebut Apple telah mulai menguji chip berbasis proses Intel 18A-P, dengan potensi produksi bertahap dalam beberapa tahun ke depan jika pengujian berjalan sesuai rencana.

Dorongan besar dari pemerintah AS

Kesepakatan ini juga tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah Amerika Serikat yang terus mendorong kemandirian industri semikonduktor. Pada Agustus 2025, pemerintah AS bahkan mengambil 10 persen saham Intel melalui investasi senilai 8,9 miliar dolar AS.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat rantai pasok chip domestik di tengah ketegangan geopolitik global, terutama yang melibatkan kawasan Asia Timur.

Trump sebelumnya juga menyinggung keterlibatan perusahaan teknologi lain seperti Nvidia dan pengusaha Elon Musk dalam pengembangan ekosistem manufaktur chip di Amerika Serikat.

Apple dan diversifikasi rantai pasok

Saat ini Apple masih sangat bergantung pada TSMC sebagai pemasok utama chip mereka. Namun, kerja sama dengan Intel dinilai dapat membantu perusahaan melakukan diversifikasi rantai pasok untuk mengurangi risiko gangguan produksi.

Meski begitu, analis menilai peran Intel dalam waktu dekat kemungkinan masih terbatas pada proses manufaktur, sementara desain chip tetap dikendalikan oleh Apple.

Menariknya, Apple dan Intel bukanlah mitra baru. Keduanya pernah bekerja sama selama bertahun-tahun sebelum Apple beralih ke Apple Silicon berbasis ARM pada 2020.

Pasar merespons cepat

Lonjakan saham Intel mencerminkan optimisme investor terhadap potensi kebangkitan perusahaan tersebut di industri semikonduktor global. Dalam setahun terakhir, saham Intel bahkan tercatat melonjak lebih dari 400 persen di tengah ekspektasi transformasi bisnis besar-besaran.

Namun demikian, karena kesepakatan ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh Apple maupun Intel, sebagian analis menyebut euforia pasar perlu tetap diwaspadai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online