Veda Ega Finis Ketiga di Silverstone, Amankan Tiket Q2
Veda Ega Pratama finis ketiga pada FP2 Moto3 Inggris 2026 di Silverstone. Pebalap Honda Team Asia itu lolos langsung ke Q2 setelah mencatatkan performa impresif
AI Gemini milik Google. - ist/Google
Harianjogja.com, JOGJA—Google resmi memperluas strategi bisnisnya ke industri perfilman melalui program bernama 100 Zeros. Langkah ini menandai upaya baru perusahaan teknologi tersebut untuk memperkenalkan kecerdasan buatan (AI), komputasi spasial, dan berbagai teknologi masa depan kepada masyarakat melalui film dan serial televisi.
Program tersebut menunjukkan perubahan pendekatan Google dalam mengenalkan teknologi kepada publik. Jika selama ini inovasi diperkenalkan melalui produk dan layanan digital, kini perusahaan memilih jalur hiburan yang dinilai lebih mudah dipahami dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Berdasarkan laporan Digital Trends, Google tidak berperan sebagai studio film konvensional. Perusahaan lebih memilih menjadi mitra pendanaan dan produksi yang membantu memastikan penggambaran teknologi modern dalam film dilakukan secara akurat, realistis, dan mudah dipahami penonton.
Melalui program 100 Zeros, Google berupaya menjembatani kesenjangan pemahaman masyarakat terhadap teknologi yang selama ini kerap dianggap rumit. Perusahaan menilai industri hiburan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap perkembangan teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Google menjalin kerja sama jangka panjang dengan Range Media Partners. Kemitraan ini ditujukan untuk mendukung produksi film maupun serial televisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih seimbang mengenai manfaat serta tantangan teknologi modern.
Google melihat film sebagai media yang efektif untuk mengurangi berbagai kesalahpahaman mengenai AI yang selama ini sering digambarkan secara ekstrem dalam budaya populer. Melalui narasi yang lebih dekat dengan kehidupan manusia, perusahaan berharap masyarakat dapat memahami teknologi sebagai alat bantu, bukan ancaman.
Langkah yang tak kalah menarik datang dari unit AI milik Google, yakni DeepMind. Divisi tersebut dilaporkan menjalin kerja sama dengan studio independen A24 yang dikenal melalui berbagai film kreatif dan inovatif.
Nilai investasi yang disebut mencapai sekitar USD75 juta atau setara Rp1,3 triliun. Dana tersebut tidak digunakan untuk mengakuisisi studio ataupun membeli hak cipta karya, melainkan untuk mengembangkan berbagai perangkat berbasis AI yang dapat membantu proses produksi dan distribusi konten.
Google dan A24 menegaskan bahwa teknologi tersebut dirancang untuk mendukung para kreator dalam mengembangkan ide, menyusun alur produksi, hingga meningkatkan efisiensi kerja. Teknologi AI diposisikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti peran kreator manusia dalam menghasilkan karya.
Keputusan Google untuk tidak menjadikan YouTube sebagai saluran distribusi utama juga menarik perhatian industri. Alih-alih mengandalkan platform miliknya sendiri, perusahaan disebut lebih memilih bekerja sama dengan studio film dan layanan streaming yang telah mapan.
Pendekatan tersebut dinilai sebagai upaya Google membangun posisi sebagai mitra industri hiburan yang setara dengan pelaku perfilman lainnya. Strategi ini juga membuka peluang agar karya yang dihasilkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas melalui berbagai platform distribusi.
Di sisi lain, keterlibatan AI dalam proses kreatif masih memunculkan perdebatan. Sebagian pihak melihat teknologi ini dapat membantu sineas independen menghasilkan karya dengan sumber daya yang lebih efisien. Namun, sebagian lainnya mengkhawatirkan penggunaan AI secara berlebihan dapat mengurangi unsur orisinalitas dan sentuhan manusia dalam sebuah karya seni.
Persaingan pengembangan AI yang semakin ketat membuat Google terus mencari cara baru untuk memperkenalkan berbagai layanannya kepada masyarakat, termasuk Gemini. Melalui film dan serial televisi, perusahaan berharap dapat membangun persepsi yang lebih positif mengenai teknologi AI sekaligus memperluas penerimaan publik terhadap inovasi yang mereka kembangkan.
Masuknya Google ke dunia perfilman menunjukkan bahwa persaingan teknologi kini tidak hanya berlangsung di laboratorium dan platform digital, tetapi juga di layar lebar. Bagi industri hiburan, kolaborasi ini berpotensi membuka model produksi baru yang memadukan kreativitas manusia dengan kemampuan teknologi modern.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama finis ketiga pada FP2 Moto3 Inggris 2026 di Silverstone. Pebalap Honda Team Asia itu lolos langsung ke Q2 setelah mencatatkan performa impresif
Pemkab Bantul mengintegrasikan 103 program penanggulangan kemiskinan dari 13 OPD dan memperbarui DTSEN secara berkala untuk memastikan bantuan tepat sasaran ser
KPHD menetapkan Deklarasi Jogja untuk mendorong green budgeting, ketahanan iklim, dan inovasi pembiayaan daerah di tengah tekanan fiskal.
Manchester United kembali tampil di Liga Champions 2026/2027 setelah absen dua musim. Namun status di Pot 2 membuat Setan Merah berpotensi menghadapi lawan-lawa
Hasil Seleksi Kompetensi PPPK Sekolah Rakyat 2026 resmi diumumkan Kemensos. Cek kelulusan melalui link s.kemensos.go.id/1i3n atau portal SSCASN BKN.
Vietnam memastikan diri sebagai juara Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Kamboja 3-1. The Golden Stars finis dengan 10 poin dan melaju ke semifinal.