Cara Bikin Foto Bergaya 80-an di ChatGPT Tanpa Prompt Rumit

Jumali
Jumali Rabu, 09 September 2026 19:57 WIB
Cara Bikin Foto Bergaya 80-an di ChatGPT Tanpa Prompt Rumit

Logo Chatgpt/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Tren foto bergaya 1980-an kembali ramai di media sosial. Pengguna kini bisa mengubah foto masa kini menjadi potret dengan nuansa retro melalui ChatGPT tanpa harus menyusun perintah teks yang panjang, berkat preset “80s Flashback” pada fitur Gambar.

Fitur tersebut memungkinkan pengguna memasukkan foto dari perangkat, kemudian mengubah tampilannya dengan karakter visual yang identik dengan era 80-an. Rambut bervolume, busana vintage, pencahayaan studio lawas, hingga tekstur film dapat menjadi bagian dari hasil transformasi.

Bagi pengguna yang sebelumnya harus merangkai prompt secara manual untuk mendapatkan tampilan semacam itu, kehadiran preset membuat prosesnya lebih sederhana. Pengeditan juga dapat dilakukan langsung melalui ponsel Android maupun iOS.

Cara Edit Foto 80-an di ChatGPT

Langkah pertama, buka aplikasi ChatGPT melalui perangkat yang digunakan. Setelah itu, masuk ke menu Gambar untuk menemukan berbagai pilihan pembuatan dan pengeditan gambar.

Pada bagian tersebut, cari template atau preset “80s Flashback”. Pilihan ini menjadi titik awal bagi pengguna yang ingin mengubah foto modern menjadi potret dengan gaya visual khas dekade 1980-an tanpa perlu memasukkan prompt secara manual.

Setelah memilih preset, pengguna dapat menentukan foto yang akan digunakan. Ada pilihan Ambil Foto untuk membuat swafoto secara langsung menggunakan kamera ponsel atau Pilih Foto apabila gambar yang akan diedit sudah tersimpan di galeri.

Berikutnya, masukkan foto wajah yang diinginkan dan jalankan proses pengolahan gambar. ChatGPT kemudian akan membuat versi baru dengan pendekatan visual 1980-an berdasarkan foto yang diberikan.

Setelah gambar selesai dibuat, hasilnya dapat disimpan ke perangkat maupun dibagikan ke berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, TikTok, dan X.

Apa yang Berubah pada Foto?

Transformasi foto 80-an tidak hanya berkaitan dengan perubahan warna. Sistem dapat mengolah sejumlah elemen visual agar hasil akhirnya memiliki karakter yang lebih dekat dengan estetika fotografi era tersebut.

Pada bagian penampilan, misalnya, gaya rambut dapat dibuat lebih bervolume atau menggunakan model yang identik dengan dekade 1980-an. Aksesori seperti kacamata berbingkai tebal serta busana berupa jaket denim atau kulit juga dapat memperkuat kesan retro.

Karakter warna menjadi elemen lain yang menonjol. Foto dapat memiliki warna hangat yang sedikit pudar, dilengkapi tekstur grain yang mengingatkan pada hasil cetak film analog serta pencahayaan flash yang lazim ditemukan dalam pemotretan studio pada masa tersebut.

Nuansa retro juga bisa diperkuat melalui properti dan latar. Elemen seperti telepon genggam klasik, mesin tik, kendaraan antik, atau suasana jalan dengan lampu neon dapat digunakan untuk membuat hasil gambar terasa lebih sesuai dengan konsep 80-an.

Bisa Dikembangkan dengan Prompt Kustom

Preset “80s Flashback” memberikan titik awal yang praktis, tetapi pengguna yang menginginkan tampilan lebih spesifik masih dapat memberikan instruksi tambahan. Dengan cara tersebut, gaya pakaian, suasana, pencahayaan, maupun lokasi dapat diarahkan sesuai konsep yang diinginkan.

Untuk konsep studio klasik, misalnya, pengguna dapat menggunakan prompt:

“Ubah foto ini menjadi potret studio foto tahun 1980-an. Pertahankan fitur wajah utama, tambahkan gaya rambut bervolume khas 80-an, busana jaket denim retro, pencahayaan soft studio lighting, tone warna hangat sedikit pudar, dan efek grain khas film analog.”

Jika menginginkan suasana yang lebih meriah, konsep disco night dapat digunakan dengan prompt:

“Ubah foto ini menjadi gaya retro tahun 1980-an di dalam ruangan bernuansa disco night dengan lampu neon berwarna-warni. Subjek mengenakan jaket kulit, efek cahaya warm tone, dan tekstur grain film tipis.”

Sementara itu, pengguna yang ingin mendapatkan kesan foto jalanan dapat mencoba konsep berikut:

“Ubah foto ini menjadi potret candid anak muda era 80-an yang berjalan di trotoar kota pada sore hari. Mengenakan jaket bomber retro dan sneakers klasik, latar belakang pertokoan jadul, dengan warna agak pudar dan bingkai cetakan film lama.”

Foto Awal Menentukan Hasil

Kualitas foto yang digunakan sebagai bahan awal juga perlu diperhatikan. Foto dengan pencahayaan cukup dan area wajah yang terlihat jelas akan membantu proses pengolahan gambar.

Sebaliknya, wajah yang tertutup objek seperti masker atau kacamata hitam dapat membuat detail wajah yang menjadi referensi utama tidak terlihat secara optimal. Karena itu, pengguna yang ingin mencoba tren foto 80-an sebaiknya memilih gambar dengan wajah yang mudah dikenali dan tidak terlalu buram.

Dengan preset “80s Flashback”, pengguna tidak harus memulai proses dari prompt yang panjang untuk mengikuti tren visual tersebut. Foto dari ponsel dapat diolah menjadi potret bernuansa 1980-an, sementara instruksi tambahan tetap bisa digunakan ketika hasil yang diinginkan membutuhkan gaya rambut, busana, latar, atau suasana tertentu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online